Menulis seribu tahun lagi ?

Posted: October 30, 07 in Menulis

 

Oleh : Syamsuwal Qomar

Back to Business. This is the time when I should move and go home with the real life. Pick the time preciously, go to the campus and library, gather the literatures, make a plan to accomplish the thesis.

ASAP…Hold on, I almost forgot to post my article…

Ngomong-ngomong perihal menulis, mungkin yang paling berjasa dalam hal ini adalah pak EWA. Tak ada capeknya beliau memotivasi untuk menulis setiap hari dan minggunya.

Padahal waktu awal ketemu, saya hanya penulis “ecek-ecekan” yang kebetulan beruntung karya nya dimuat di koran. Ternyata ada juga yang berminat “membaca” tulisan saya. H3w.

Bukunya “Menulis Sangat Mudah” banyak memberi ide-ide untuk menulis. Tapi tetap saja saya tergolong angin-anginan dalam hal ini (dasar pemalas :-)). Pikiran saya, keterampilan menulis cukup sebatas hobi dan mood. Syukur-syukur bila nantinya bisa mendarah daging dan jadi kebiasaan.

Tapi entah kenapa, persepsi saya tentang menulis sekarang mulai berubah. Mungkin seperti yang dibilang banyak motivator, saya mulai bisa memandang kalau menulis dapat menjadi ajang curhat, pelepasan emosi secara lebih dewasa dan aktualisasi diri.

Berbeda dengan pertama kali menulis. Karena belum terbiasa menuangkan pikiran lewat tulisan, tata bahasa menjadi kacau, penempatan tanda baca yang kurang tepat, pemilihan bahasa yang begitu kasar sehingga menggerus makna jadi lebih “kejam” dan arogan.

Walhasil menulis malah membabi buta, mencari kesalahan orang lain, pamer kepintaran atau sekedar menyalurkan emosi tanpa memikirkan apa akibat dan dampak dari hasil tulisan.

Belakangan bersentuhan dengan dunia maya, saya menilai kalau menulis bisa mendewasakan diri. Setelah banyak belajar dan berkunjung ke web2 lain, seperti web yang dimiliki Hana 79, web yang banyak memotivasi dan mengajari segala hal dalam hidup. Memberi banyak pencerahan dan men “defrag” pola pikir yang berkaitan erat dengan menulis.

Memang sebuah tulisan, bila dilihat dari sistematika dan pemilihan katanya juga dapat menjadi cermin dari pribadi penulis. Jadi –entah disadari atau tidak, dapat mengungkapkan identitas dan sifat penulis itu sendiri.

Web Jalur lurus yang dikelola Sawali Tuhusetya contohnya. Saya menyebutnya guru elit dari Kendal, (h3W) banyak didapat ide-ide luar biasa dari web ini dan perkembangan dunia pendidikan terbaru. Dengan motto “Budayakan Nge-Blog di antara kalangan guru” sangat bagus untuk me refresh dunia pendidikan yang di rasa masih carut marut.

Berbicara tentang hal-hal luar biasa, juga ada blog Spektrum Pemikiranku yang dikomandoi Yari NK. Isi blognya sometimes fill with English, benar-benar scientific. Penuh dengan hal-hal baru dan segar.

Santri Butet Kurtubi yang tulisannya banyak mengupas kisah hidup manusia. Mengajarkan nilai-nilai dan arti terdalam dari kehidupan. Begitu mempesona dan sensitif dengan kehidupan sehari-hari yang kita jalani dipandang dari segi religi.

Rekan Fira 71 yang kadang juga memberi inspirasi untuk membuat puisi dan cerpen. (Terus berkarya mbak), blog Al-Maschatie yang begitu kreatif, Al-Jufri Mathematicse dengan mengusung ide-ide khas ilmu hitung-menghitung, Mbak Anie di Batam yang menceritakan kesehariannya dan Dhona yang baru-baru berkunjung ke sini.

Serta blog-blog lain yang pernah berkunjung dan ikut mendewasakan saya, T4n Andalas, Pr4s, Lintang, X-Woman dan rekan Cangcorong di Banjarmasin, juga yang lainnya lagi yang tak bisa saya sebutkan satu-satu.

Blog-blog ini ikut, bahkan banyak berperan dalam membangun kepercayaan diri. Memberikan contoh penuangan pikiran yang kreatif serta jauh dari kesan menggurui dan sombong. Juga banyak memberi kontribusi dan warna tersendiri dalam gaya penulisan.

Saya punya andai-andai, Berlebihan memang, tapi bila umur manusia bisa mencapai seribu tahun. Mungkinkah rekan-rekan di dunia maya mampu terus menulis selama itu, kenapa tidak ? H3w. saya mungkin saja menjawabnya. Entah bagaimana dengan pendapat mereka ?

Advertisements
Comments
  1. Hanna says:

    Makasih aprisiasinya. Jadi Ge Er nih, he he. Menulis ialah hal yang menyenangkan. Tulisan bermutu atau tidak, itu urusan kedua bagi saya. Yang penting saya belajar banyak dari menulis. Terutama untuk pengembangan diri saya.

    Oh, ya, jangan ilang melulu, sobat. Selamat ya, tulisannya udah di muat.

  2. Hanna says:

    Menulis seribu tahun lagi? Asyikk tu. Akan banyak hal menarik yang bisa kita tulis. Kita menjadi manusia yang langkah, boh. Bayangin seribu tahun hidup di sepuluh abad. Kita ini juga udah beruntung, lho. Hidup di dua abad. Abad 20 n 21.

    Kalau bicara menulis kayanya ga ada habis-habisnya deh. Asal menulis jangan dijadikan beban. Tapi, untuk dinikmati. Okey, di tunggu ya, postingan berikutnya.

  3. kurtubi says:

    Menulis hingga 100 th, sebuah pengandaian yang menembus pandang melesat jauh… setidaknya sebuah cita-cita yang menembus batas akali.

    Btw, menulis sebagaimana sampean juga, mengalir begitu saja bukan…. jadi menulis adalah hidup itu sendiri. Dengna menulis maka ada kehidupan setidaknya kehidupan sel-sel otak yang terus bergeromboll menuangkan ide-ide… saya salut sama penulis-penulis yang istiqomah….

    aha jadi maksudnya ente mau bilang menulis 1000th itu adalah menulis istiqomah….

  4. kurtubi says:

    wah dibanding saya, SQ bisa sempat tulisane mmapir di koran… saya karena baru blajar, yaa hanya mampir di kebun saja di tebar di sana.. berharap bisa bertumbuh terus…

    loh kok 100 th salah itu harusnya 1000 th… maaf yaa

  5. Yari NK says:

    Terima kasih sangat untuk apresiasinya. Saya baru sadar kalau kang syamqomar udah kembali berblogging ria.
    O iya… sebenarnya saya waktu itu mau menulis blog dalam bahasa Inggris saja. Namun rupanya saya ‘salah’ memilih tempat nge-blog. Entah kenapa, walaupun Blogger(Blogspot) sebenarnya lebih canggih dari WordPress dalam banyak hal, namun entah kenapa hubungan antar blogger di Blogger(Blogspot), kurang bisa hangat. Mungkin karena sistem Comment di Blogger sedikit kurang friendly kali ya! Jadinya sekarang postingan di Bloggernya jadi kurang semangat deh! Huehehehe…. Tapi nanti saya usahakan untuk membuat blog saya yang berbahasa Inggris tersendiri di WordPress, insha Allah.

    Ok, mudah2an hubungan hubungan antar Blogger dapat lebih akrab lagi. Dan saya yakin setiap blog ada kelebihan dan kelemahan masing2, dan kita akan saling melengkapi satu sama lain. Jaya terus blogger Indonesia!

  6. aku says:

    Andai aku bisa menulis lebih lama… aku ingin menulis lagi… 😦

  7. Ani says:

    Halaaaah…jadi malu nie, blogku juga disebut. Lha blogku itu blok ecek-ecek lho mas, blog gado-gado, isinya campur baur, dari yang serius, sampai yang iseng, dan asal nulis.
    Btw, thanks banget mas. Belajar nulis yuuuuk !

  8. Sq says:

    @benbego : Salam kenal juga, thanks dah berkunjung

    @ Hanna : Tapi jangan salah lho mbak, justru blog mbak bener-bener memberi banyak ilmu bagi saya. Terutama supaya lebih Pe-de (asal jangan jadi Narciss aja..h3W)

    @ Hanna 2 : Okey, menulis untuk dinikmati so pasti. Ya itu, selama ini masih susah di realisasi. Tapi syukur-syukur, sekarang makin rajin nulis.

    @ Mas Kurt : Wah, saya jadi Ge-er nih, kalo boleh jujur. Kadang saya masih susah “mengalirkan tulisan” mas kurt. Tapi seperti yang disampaikan, istiqomah dalam menulis akan saya pegang teguh-teguh.

    @ Kurtubi : we..kekek, ada-ada aja mas Kurt. Kalo gitu ya saya sama-sama belajar dong. Biar mampir di koran juga, punya mas Kurt lebih sarat maknanya. 🙂

    @ Yari N.K : Iya Mas Yari, (blizzz) baru muncul nih. Kalau menurut saya yang masih baru, Nge Blog di WP emang lebih asyik dan lebih kental silaturahminya. Amieen, saya doakan mudah-mudahan English Blognya Comes True, Jaya Blogger Indonesia ?!..

    @ Aku : Thanx dah berkunjung ya

    @ Ani : sama-sama belajar mbak anie. Blognya bagus Koq ? Yang penting kan nulis..h3w

  9. almascatie says:

    wahhhh jadi tambah semangatttt
    makasih pak…
    *belom baca abis sih… coneksi lelet*
    😦

  10. Jadi Ge-er nih Jalur Lurus disebut-sebut juga. Hanya blog seorang guru, kok, hehehe 😀 Saya sependapat dengan Pak Syam, blog memang bisa mendewasakan diri, mengasah dan mengolah batin, bahkan juga bisa menjalin silaturahmi dengan sahabat-sahabat dari berbagai belahan nusantara *halah* bahkan dunia. Yang diperlukan mungkin *halah lagi* konsistensi mengisi blog. Itu saja, hehehe 😀
    OK, salam ngeblog

  11. SQ says:

    @ Al-Maschatie : sama-sama pak al-maschatie, thanx dah berkunjung ya..

    @ Sawali : Thanks pak sawali atas pesannya, sangat berharga buat saya untuk terus belajar. Tapi benar lho, sebagai calon guru, banyak banget limpahan ilmu yang bisa saya dapatkan dari blog Jalur Lurus. amien, mudah2n lain kali saya bisa lebih konsisten mengelola blog ini.

  12. Saya nulis cerpen (banyak cerpen) dari tahun 2220 .. ngak nyampai seribu tahun ya

  13. SQ says:

    masih ada sisa 800 tahunan lagi pak, 🙂 ngomong-ngomong saya lagi nyoba I. net di kampus nih, grateees, h3w

  14. Suci says:

    makasih ya blog sya “bersedia” di muat….

  15. Anang says:

    apa ngga capek jari jemari kita.. hewhew

  16. SQ says:

    @ Suci : Sama-sama mbak cangcorong, h3w, kapan nih pulang dari BPP?

    @ Anang : kan kita punya sebelas? telunjuk kiri dan telunjuk kanan? h3w. thanks atas kunjungannya ya.

  17. fira says:

    Assalamualaikum,menulis seribu tahun lagi wah gak kebayang tuh kira-kira saya gimana ya. Umur panjang bersyukur bisa menulis,buat saya menulis hanya sekedar hobby penghilang suntuk untuk ke depannya belum yakin bisa.Sip postingannya saya suka nih.

  18. SQ says:

    Waalaikum salam, koq belum yakin bisa mbak? bukannya sekarang dah nulis?…1000 tahun lagi, kayaknya nggak nyampe ya, h3w

  19. rahayusuciati says:

    Wah banyak donk kemajuan nya,tapi kalau seribu tahun lagi nulis saya udah koit kali,tapi memang benar koq, seperti puisinya MAS chairil Anwar, AKU MAU HIDUP SERIBU TAHUN LAGI”

  20. Toety.Arqi says:

    Anggan-angan boleh setinggi langit, tapi kita juga harus ingat dan sadar semua tak ada yang abadi. Selagi Anda dan kita semua manusia di bumi bisa berkarya Why Not???
    Trims ya untuk bantu saya selama ni, maaf juga jika saya termasuk “lola” bagi Anda. Namanya juga belajar ok…?
    Jadi tetap semangat yah.
    eh ngmg2 dari tulisan anda tercermin kedewasaan berfikir tapi kalo dilihat fersi nyata kok ???!!! MERAGUKAN yah??!!! Just Kidding
    See you…

  21. dhianofie says:

    salam kenal mas….
    menulis dan menulis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s