“Bacalah dengan Menyebut Nama Tuhanmu”

Posted: October 2, 07 in Pendidikan

Oleh : Syamsuwal Qomar

Beberapa abad yang lalu, seorang nabi besar umat muslim Muhammad SAW menerima wahyu pertamanya untuk menyebarkan agama Islam di jazirah arab. Perintah pertama itu bukan berupa hukum-hukum atau larangan, akan tetapi anjuran untuk membaca terlebih dahulu.

Ada hal unik yang terdapat dalam peristiwa ini, mengingat Muhammad SAW bukanlah seseorang yang bisa membaca, beliau adalah pribadi yang bersifat ummi, -tak bisa membaca dan menulis. Sifat yang terkadang masih menjadi perdebatan banyak sejarawan dan ulama.

Terlepas dari hal itu, ada beberapa nilai yang bisa ditarik dari penurunan wahyu tersebut. Pertama, Muhammad SAW diberi tugas menyebarkan Islam dengan pedoman Al-qur’an, yang juga berarti bacaan (qiraat). Boleh disimpulkan, siapa yang ingin mengikutinya juga harus banyak membaca, terutama Al-qur’an

Kedua, Alqur-an sendiri berfungsi sebagai bacaan yang memandu menuju pengetahuan. Ada anggapan umum, mereka yang suka membaca juga banyak tahu, sementara banyak tahu berarti menghindari kebodohan. Umat Islam diajarkan untuk menggali ilmu pengetahuan dan menghindari kebodohan dengan cara banyak membaca Al-qur’an, atau bacaan-bacaan lainnya.

Sejarah Tulisan

Sementara itu, jauh beberapa abad sebelum wahyu pertama di gua Hira turun, pada tahun 2700-2650 SM, bangsa Sumeria yang berasal dari Mesopotamia sudah dikenal sebagai bangsa yang pertama kali menciptakan tulisan.

Tulisan orang Sumeria pertama kali digoreskan pada tanah liat lunak yang kemudian dijemur. Mereka menciptakan surat dagang, kalender pertanian, resep, sampai hukum.

Konon tulisan yang paling terkenal berasal dari abad ini adalah undang-undang Hammurabi, raja ke-6 dari dinasti pertama yang menguasai Babilon.

Undang-undang Hammurabi  terdiri dari 280 pasal dan mengatur tentang hukum kriminalitas, perpajakan, hingga kehidupan keluarga. Sampai sekarang, UU Hammurabi dianggap sebagai pelopor UU yang dikeluarkan banyak bangsa di dunia.

Seni tulisan terus berkembang hingga memasuki tahun masehi, para ilmuwan dan filsuf menuangkan gagasan mereka melalui tulisan hingga menjadi buku dan kitab. Sampai pada puncaknya, era penulisan di atas daun papyrus dan kulit kambing berakhir setelah Tsa’i Lun dari Cina menemukan kertas.

Penemuan kertas membuat kebudayaan cina maju pesat, mereka bahkan tercatat mampu melampaui dunia barat. Namun sayangnya, pada abad 15, Cina menutup diri dari perkembangan dunia luar, memusnahkan arsip-arsip penting dan menetapkan embargo terhadap orang asing. Keadaan ini membuat mereka terisolasi dan mengalami kemunduran.

Eropa, yang berhasil mengadopsi teknologi pembuatan kertas meneruskannya dengan pembuatan mesin cetak, seorang jenius bernama Johan Gutenberg menemukan cara memproduksi buku sebanyak-banyaknya, memperkenalkan percetakan dengan huruf yang bisa dipindah-pindah hingga kebudayaan eropa maju pesat dan menelurkan banyak ilmuwan dunia.

Islam dan Membaca

Seluruh untaian peristiwa ini, jika dilihat perkembangannya terjadi sebelum Muhammad SAW menerima wahyu pertama. kecuali Gutenberg yang menemukan mesin cetak pada tahun 1450, berselisih 850 sesudah era Muhammad SAW menyebarkan Islam. Uniknya, seperti ramalan, wahyu yang berisi perintah untuk membaca berubah menjadi kenyataan.

Anjuran untuk membaca terbukti sebagai peringatan awal supaya umat Islam memacu diri menyongsong ilmu pengetahuan. Sebagai barometernya, ratusan tahun sebelum Gutenberg berhasil mencetak ratusan buku, tak ada ilmuwan fenomenal yang muncul karena bahan bacaan yang terbatas.

Memang banyak filsuf-filsuf terkenal SM seperti Kong Hu Cu, Lao Tse, Plato dan muridnya Aristoteles yang banyak menelurkan buku. Akan tetapi, setelah buku berhasil dicetak besar-besaran, dunia cukup menunggu 200 tahun untuk melahirkan ilmuwan-ilmuwan besar, termasuk Galileo dan Copernicus.

Sebelum mesin cetak ditemukan, umat Islam sudah diperingatkan terlebih dahulu untuk banyak membaca agar tidak tertinggal dari bangsa-bangsa lainnya. Hal yang patut menjadi peringatan dan perhatian, menyeramkannya, sudah terbukti dalam sejarah.

Di abad ke 9, bangsa barat banyak memperoleh sumbangan dari bangsa arab karena mereka mempelajari banyak pengetahuan di universitas kota Cordoba di Spanyol.

Pengetahuan dari Yunani disebarkan bangsa Arab ke Eropa Barat melalui Cordoba, sehingga bangsa barat lebih berkembang dalam ilmu pengetahuan.

Semenjak perang Salib berhembus dari tahun 1096 dan berlangsung selama 200 tahunan, banyak kitab-kitab yang beralih kepemilikan menjadi kepunyaan bangsa Eropa. Bahkan kontak ini merintis mereka menuju renaisans yang pada gilirannya justru membuat peradaban eropa lebih berkembang

Ironis memang, Islam justru mengalami kemunduran seusai masa Al kindi dan Ibnu Sina. Setelahnya jarang ditemukan pemikir atau ilmuwan yang berasal dari dunia Islam. Hal fenomenal yang patut menjadi perhatian hanyalah keberadaan Taj Mahal di India, yang dibangun oleh raja Syah Jehan untuk istrinya, Mumtaz Mahal di tahun 1625-1650.    

Menyadari hal ini, sesuai anjuran pertama yang diturunkan kepada Muhammad SAW, umat islam wajib menjadikan membaca sebagai kebiasaan untuk menyerap dan mempelajari pengetahuan. Baik itu hal-hal baru maupun hal-hal yang pernah dilupakan.

Demi mengejar ketertinggalan, juga diharapkan untuk menuangkan pikiran lewat tulisan agar bisa dibaca dan berbagi bersama. Saling mengkritik untuk membenahi pikiran demi menghindari ketidak tahuan. Karena sesuai anggapan umum, ketidak tahuan begitu dekat dengan kebodohan, sementara kebodohan juga dekat dengan kemiskinan.

Di masa kepemimpinan Umar Ibn Khattab, umat Islam berhasil menaklukkan Suriah, Turki, Mesir dan Irak. Bangsa besar yang tidak mustahil akan kembali berjaya, namun bila ingin kembali membangun nama dan reputasi. “Bacalah dengan menyebut nama tuhanmu”, itulah jalan yang ditunjukkan oleh tuhan yang mulia di dalam kalamnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s