Menulis seribu tahun lagi ?

 

Oleh : Syamsuwal Qomar

Back to Business. This is the time when I should move and go home with the real life. Pick the time preciously, go to the campus and library, gather the literatures, make a plan to accomplish the thesis.

ASAP…Hold on, I almost forgot to post my article…

Ngomong-ngomong perihal menulis, mungkin yang paling berjasa dalam hal ini adalah pak EWA. Tak ada capeknya beliau memotivasi untuk menulis setiap hari dan minggunya.

Padahal waktu awal ketemu, saya hanya penulis “ecek-ecekan” yang kebetulan beruntung karya nya dimuat di koran. Ternyata ada juga yang berminat “membaca” tulisan saya. H3w.

Bukunya “Menulis Sangat Mudah” banyak memberi ide-ide untuk menulis. Tapi tetap saja saya tergolong angin-anginan dalam hal ini (dasar pemalas :-)). Pikiran saya, keterampilan menulis cukup sebatas hobi dan mood. Syukur-syukur bila nantinya bisa mendarah daging dan jadi kebiasaan.

Tapi entah kenapa, persepsi saya tentang menulis sekarang mulai berubah. Mungkin seperti yang dibilang banyak motivator, saya mulai bisa memandang kalau menulis dapat menjadi ajang curhat, pelepasan emosi secara lebih dewasa dan aktualisasi diri.

Berbeda dengan pertama kali menulis. Karena belum terbiasa menuangkan pikiran lewat tulisan, tata bahasa menjadi kacau, penempatan tanda baca yang kurang tepat, pemilihan bahasa yang begitu kasar sehingga menggerus makna jadi lebih “kejam” dan arogan.

Walhasil menulis malah membabi buta, mencari kesalahan orang lain, pamer kepintaran atau sekedar menyalurkan emosi tanpa memikirkan apa akibat dan dampak dari hasil tulisan.

Belakangan bersentuhan dengan dunia maya, saya menilai kalau menulis bisa mendewasakan diri. Setelah banyak belajar dan berkunjung ke web2 lain, seperti web yang dimiliki Hana 79, web yang banyak memotivasi dan mengajari segala hal dalam hidup. Memberi banyak pencerahan dan men “defrag” pola pikir yang berkaitan erat dengan menulis.

Memang sebuah tulisan, bila dilihat dari sistematika dan pemilihan katanya juga dapat menjadi cermin dari pribadi penulis. Jadi –entah disadari atau tidak, dapat mengungkapkan identitas dan sifat penulis itu sendiri.

Web Jalur lurus yang dikelola Sawali Tuhusetya contohnya. Saya menyebutnya guru elit dari Kendal, (h3W) banyak didapat ide-ide luar biasa dari web ini dan perkembangan dunia pendidikan terbaru. Dengan motto “Budayakan Nge-Blog di antara kalangan guru” sangat bagus untuk me refresh dunia pendidikan yang di rasa masih carut marut.

Berbicara tentang hal-hal luar biasa, juga ada blog Spektrum Pemikiranku yang dikomandoi Yari NK. Isi blognya sometimes fill with English, benar-benar scientific. Penuh dengan hal-hal baru dan segar.

Santri Butet Kurtubi yang tulisannya banyak mengupas kisah hidup manusia. Mengajarkan nilai-nilai dan arti terdalam dari kehidupan. Begitu mempesona dan sensitif dengan kehidupan sehari-hari yang kita jalani dipandang dari segi religi.

Rekan Fira 71 yang kadang juga memberi inspirasi untuk membuat puisi dan cerpen. (Terus berkarya mbak), blog Al-Maschatie yang begitu kreatif, Al-Jufri Mathematicse dengan mengusung ide-ide khas ilmu hitung-menghitung, Mbak Anie di Batam yang menceritakan kesehariannya dan Dhona yang baru-baru berkunjung ke sini.

Serta blog-blog lain yang pernah berkunjung dan ikut mendewasakan saya, T4n Andalas, Pr4s, Lintang, X-Woman dan rekan Cangcorong di Banjarmasin, juga yang lainnya lagi yang tak bisa saya sebutkan satu-satu.

Blog-blog ini ikut, bahkan banyak berperan dalam membangun kepercayaan diri. Memberikan contoh penuangan pikiran yang kreatif serta jauh dari kesan menggurui dan sombong. Juga banyak memberi kontribusi dan warna tersendiri dalam gaya penulisan.

Saya punya andai-andai, Berlebihan memang, tapi bila umur manusia bisa mencapai seribu tahun. Mungkinkah rekan-rekan di dunia maya mampu terus menulis selama itu, kenapa tidak ? H3w. saya mungkin saja menjawabnya. Entah bagaimana dengan pendapat mereka ?

Advertisements

Kisah Silaturahmi Buku dan Komik

Oleh :
Syamsuwal Qomar

 

Lebaran biasanya identik dengan mudik, silaturahmi dan ketupat. Namun berbeda dengan kebanyakan orang, saya justru tidak pergi ke mana-mana saat lebaran. Saya mudik di rumah saja  🙂

Bukannya tidak punya keluarga di luar kota, akibat beberapa kegagalan teknis, saya mesti tinggal di rumah dan gagal melancong. Baru bisa bersilaturahmi dengan keluarga jauh 2-3 hari sesudah lebaran. Tepatnya hari ini, saat anda membaca postingan ini mungkin saya dalam keadaan mudik  🙂

Continue reading “Kisah Silaturahmi Buku dan Komik”

SELAMAT LEBARAN ??!!

Oleh : Syamsu Wal Qomar

 

Mari Basuh Hati Bersama-sama…

Dengan Silaturahmi dan Ke Ikhlasan Diri

Hilangkan Lara dan MengGantinya dengan Tegur Sapa

Se iring Hari Yang Suci dan Kerendahan Hati mengucapkan :

Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1428 Hijriah

Mohon Maaf Lahir dan Bathin

PULANG

Oleh : Syamsuwal Qomar

 

Aku pergi mencari jauh
kini menghilang didalam sesat
Linglung tak tahu menahu
Kemana kaki terus melangkah

Aku Khilaf lupa tuhan
Lupa rasul juga malaikat
Menggigil ditelan ribut dunia
Meronta dikepung iblis dan nafsu

Mereka maharaja baru
Menghiasi dengan durjana
Menabur sombong dan dengki
Menari pongah di dalam hati

Enyah dan pergi
Tak mau lagi ku disini

Tiba saatnya..
Pulang…Teriakanku…
Membasuh Qalbu…
Membasuh hati…

“Bacalah dengan Menyebut Nama Tuhanmu”

Oleh : Syamsuwal Qomar

Beberapa abad yang lalu, seorang nabi besar umat muslim Muhammad SAW menerima wahyu pertamanya untuk menyebarkan agama Islam di jazirah arab. Perintah pertama itu bukan berupa hukum-hukum atau larangan, akan tetapi anjuran untuk membaca terlebih dahulu.

Ada hal unik yang terdapat dalam peristiwa ini, mengingat Muhammad SAW bukanlah seseorang yang bisa membaca, beliau adalah pribadi yang bersifat ummi, -tak bisa membaca dan menulis. Sifat yang terkadang masih menjadi perdebatan banyak sejarawan dan ulama.

Continue reading ““Bacalah dengan Menyebut Nama Tuhanmu””

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑