DIE HARD 4 : Lebih seru daripada yang sebelumnya

Posted: September 6, 07 in Uncategorized

Oleh : Syamsuwal Qomar 

Film dibuka dengan kesibukan khas di sebuah tempat, penuh nuansa teknologi dimana tuts keyboard dipencet dengan cepat dan display digital yang silih berganti, belakangan diketahui, mereka sedang mengatur pembomam terhadap orang-orang yang dikenal sebagai pembajak atau hacker lewat dunia maya.

Setelah berhasil melakukan beberapa pembunuhan dengan sukses, sasaran lalu diarahkan kepada seorang remaja “hacker” bernama Matthew Farrel.

NYPD yang sudah lama meneliti kasus ini berhasil mencium gelagatnya, Matthew Farrel akan menjadi target selanjutnya, maka di saat berbarengan, kepala polisi Bowman mengutus John Mcclane untuk mengamankan korban.

John akhirnya berhasil menyelamatkan nyawa Matthew, walaupun para pembunuhnya tak mau cepat menyerah. Keesokan harinya para pembunuh mengutus sebuah helikopter untuk  memburu mereka, sementara menghambat mobil yang ditumpangi target, diciptakanlah kekacauan lalu lintas melalui sistem jaringan.

Hebohnya, disaat yang sama juga terjadi kekacauan di seluruh negeri akibat kegagalan sistem komputer. Pengambil alihan sistem pertahanan secara tiba-tiba dan bursa saham yang disabotase, pelakunya masih organisasi yang sama.

Ternyata mereka bukan hanya organisasi pembunuh biasa, mereka adalah organisasi yang mampu menyusup ke dalam sistem pemerintahan, pertahanan, telekomunikasi, dan energi negara yang mengatur pasokan listrik dan gas alam, semuanya bisa dikuasai hanya lewat teknologi jaringan.

Mereka adalah teroris yang menjajah lewat dunia virtual dan alasan mereka memburu Matthew, karena pemuda ini adalah pria terakhir yang mengetahui seluk beluk dan rencana mereka.

Dalam kepanikan, kepala polisi Bowman kemudian meminta John untuk mengawal Matthew ke tempat yang lebih aman, sayangnya, mereka berhasil dicegat oleh helikopter pemburu di tengah jalan hingga melarikan diri ke terowongan.

Kembali pameran teknologi terjadi, meskipun John berhasil menyelamatkan Matthew, ia banyak menderita luka-luka karena insiden-insiden maut yang dilakoni. Namun acuh tak acuh, ia mencari pos polisi terdekat dan berusaha menghubungi chiefnya.

Sayang, media komunikasi juga telah dikuasai teroris. Melihat keadaan yang semakin kacau balau ini, John jadi merasa tersentuh dan tergugah nasionalismenya.

Negaranya begitu semrawut akibat dihantam teror virtual, intimidasi dan provokasi yang mengerikan makin meraja lela, para teroris menayangkan tontonan gedung putih yang meledak. Rakyat panik dan kalang kabut, negaranya butuh bantuan dan ia merasa harus menghentikan semua ini.

Setelah berbicara dengan Matthew dan mendapat petunjuk, mereka langsung menuju  ke tempat yang dicurigai telah di kuasai teroris. Pusat pengelolaan energi yang mengatur listrik dan gas alam, benar juga, setelah berhasil meringkus beberapa penjahat di tempat tersebut, John juga berhasil mengungkap siapa otak teror ini sebenarnya.

Thomas Gabriel, yang juga mantan rekan Bowman di departemen pertahanan adalah orangnya. Motif kejahatan yang diusung sangat sederhana, karena ingin membalas dendam akibat negara yang mengacuhkan dan memandang remeh kemampuannya.

Gabriel mengkritik kalau sistem pertahanan Amerika sangat lemah, ia membuktikan dengan membobol sistem NORAD cukup dengan laptop, sayangnya, pers kemudian menyalip dan membeberkan berita ini ke khalayak umum, Gabriel di pecat dan asetnya dibekukan, walhasil, ia menghilang hingga muncul kembali dalam bentuk teror. 

Diketahuinya identitas Gabriel menjadi kemajuan besar, tapi harga yang harus dibayar juga sangat mahal. Selain ancaman terhadap nyawa, John juga harus merelakan anaknya, Lucy Mcclane untuk disandera.

Setelah dibantu oleh Cyber Jedi bernama warlock dan menemukan lokasi Gabriel, John akhirnya bertekad membebaskan lucy. Dengan ditemani Matthew, ia langsung meluncur menuju ke Woodlawn, pusat data negara yang juga dicurigai sebagai sarang teroris sebenarnya.

Menyadari tempatnya sudah diketahui, Gabriel segera pergi menjauh, dengan menumpangi sebuah mobil, selain masih menyandera Lucy, ia juga berhasil menangkap Matthew. Namun untungnya, remaja ini masih sempat mengganti kode yang ingin dibobol Gabriel untuk menyedot uang pemerintah.
 
Sementara Gabriel kelimpungan memaksa Matthew membuka kode, John yang mengejar di belakang mereka dengan truk harus rela ditembaki pesawat tempur F-15 yang telah disabotase untuk membunuhnya.

(Sebagaimana dalam Die Hard sebelumnya) John berhasil selamat dari ancaman ini dan membuntuti Gabriel ke sebuah gedung penyimpanan helikopter. Di tempat inilah akhirnya cerita berakhir.

Gabriel membuat kesalahan fatal menodongkan pistol ke pundak John. Sementara jagoan ini nekat menembakkan pistol itu secara spontan hingga tembus pundaknya dan bersarang tepat di jantung sang gembong otak teroris.

Setelah itu bisa ditebak kelanjutannya, (seperti film-film heroik kebanyakan) polisi datang belakangan, dan si jagoan berhasil membereskan semua masalah sendiri. Film ini bisa dikatakan lebih menarik karena menyuguhkan teknologi tingkat tinggi dibanding film-film Die Hard sebelumnya.

Advertisements
Comments
  1. hanna says:

    Saya belum nonton nih.hik3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s