57 Tahun Kalsel : Kaya Apa Aja ? (Bagian 1)

Posted: August 14, 07 in Banjarmasin

 

 Oleh : Syamsu Wal Qomar

 

Kalau tidak baca koran hari ini, mungkin saya bakalan lupa kalau Provinsi sendiri berulang tahun yang ke 57, maklumlah, sekarang kan lagi rame-rame nya 17 Agustusan, gara-gara kesenangan merayakan ulang tahun bapak, jadi lupa ulang tahun anaknya, tapi kalau sama-sama berumur 57 tahun ? Kalsel se umuran dong dengan Indonesia? 

Ternyata Kalsel sudah lumayan tua juga he..he, kalau pakai patokan umur manusia, umur 62 tahun sudah siap-siap mangkat, entah berapa dengan standar umur provinsi ? mungkin seratus, dua ratus tahun lagi lo? Kalau tidak didahului kiamat. 

Terus terang saja, bila berbicara lebih dalam, saya tidak terlalu banyak tahu sejarah Kalsel, sudah berapa banyak pemberontakan terjadi di provinsi ini ? saya tidak tahu persis, yang saya tahu, Kalsel punya 11 kabupaten, Banjarbaru sebagai kota administratif yang dipimpin walikota dan Banjarmasin sebagai kotamadya yang sekarang saya tinggali. 

Pemerintahan 

Pemerintahan sendiri yang saya tahu, sejak Kalsel dipimpin oleh Ir. H. M. Said, saya baru satu tahun menghirup udara dunia, setelah beliau diganti Gusti H. Hasan Aman, bila tidak salah periode 1995-2000, saya sudah bisa pipis sendiri tanpa dibantu orang tua, ya pasti lah, kan sudah sekolah SMP. 

Periode ini pula yang tidak akan saya lupakan seumur hidup. Di tahun 1998, bertepatan  masa-masa reformasi, Banjarmasin di cengkeram kerusuhan. Penyebabnya mudah ditebak, politik dan kecemburuan sosial sehingga memicu pelecehan terhadap etnis dan agama tertentu. Kota lumpuh total hingga dikenal sebagai jum’at kelam.  

Tidak banyak yang saya ingat kecuali diterapkannya jam malam. Warga dilarang keluar rumah lewat dari jam sepuluh, panser-panser yang berseleweran jam-jam 12, dan dilarangnya perkumpulan lebih dari beberapa orang.  

Puing-puing gereja dan pusat perbelanjaan berserakan, orang-orang menghindari memakai pakaian berwarna kuning, kepala tengkorak yang terbang dan bersinar di malam hari (berlebihan), isu hantu gentayangan merebak ke mana-mana. Mengerikan. 

Setelah melewati sejarah yang begitu kelam, tahun 2000-2005 Kalsel kemudian dipimpin seseorang bernama Sjahriel Darham, yang di beri gelar “raja” Batu bara, (gelar ini didapat dari pembicaraan-pembicaraan di warung kopi). Belakangan setelah “sang raja” lengser, dia lagi diadili dan divonis penjara karena tuduhan korupsi. 

Abah Ariel sewaktu masa pemerintahannya memang terkesan begitu arogan, punya villa di luar daerah, gaya hidup dan anak-anak yang berbau aristokrat, tentunya dilengkapi fasilitas mobil mewah sekelas jaguar atau mazda RX-8.  

Meskipun Sjahriel berusaha mengimbanginya dengan kegiatan sosial sebanyak mungkin. Tetap saja susah merubah pandangan banyak orang, terutama orang-orang yang memang dari awal sudah tidak menyukainya (???). 

Banyak juga yang bersyukur setelah ia tumbang, maaf lo, saya tidak bermaksud jadi pahlawan kesiangan atau memprovokasi pembaca untuk membenci pejabat tertentu. Cuma ingin menggambarkan pandangan orang-orang yang bergaul dengan saya. Bisa juga mereka tidak suka karena tidak kecipratan “enaknya” he..he. 

Untuk periode 2005-2010, Pemerintahan sekarang dipegang oleh gubernur bernama Rudi Arifin, kalau boleh sedikit menuliskan kesan pribadi. Saya merasa sedikit lumayan dengan bapak ini. Orangnya lebih low profile di banding yang sudah-sudah. Apalagi teman-teman mahasiswa suka ber olok-olok, katanya Rudi Arifin kalau bicara didepan umum terlihat loyo dengan mata yang sayu seperti kurang tidur. 

Saya jadi ingat kisah Umar bin khattab. Umar bin Khattab adalah khalifah dimana Islam mencapai puncak kejayaan di dunia, melebihi masa Rasulullah berkuasa, ia juga tergolong manusia paling berpengaruh di dunia karangan Michael Hart dengan rating peringkat 52. 

Lalu ? Apa hubungannya ? Konon Umar bin Khattab mengunjungi warga kotanya setiap malam. Memastikan apakah warganya cukup makan dan sejahtera hidupnya. Apa ini juga dilakukan Rudi ya ? Hingga matanya jadi sayu seperti itu ? Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad juga punya kebiasaan seperti itu, konon presiden anak tukang besi ini tidak akan bisa tidur kalau jalanan di Teheran tidak terlihat bersih.  

Wah..wah, jadi terlalu jauh rasanya membandingkan Rudi dengan keduanya. Rudi arifin kan sama seperti kita, cuma manusia biasa ? Beda dengan Umar dan Mahmoud yang luar biasa, Umar cuma punya satu baju selama memimpin jadi khalifah, sementara Mahmoud sering terlihat pakai jas lusuh dan kaos kaki yang bolong. Rudi punya berapa baju dan kaos kaki ya ?   

Sudahlah, tidak sopan bila kita membicarakan orang lain, sementara orang lain tidak tahu kalau dirinya sedang dibicarakan. Yang pasti, itu sedikit gambaran garis besar dari pemerintahan Kalsel, dari semenjak saya lahir, hingga sekarang, berdasarkan pengetahuan saya. 

Beberapa lainnya akan dibahas tentang pembangunan, lebih terperinci, menukik dan tajam. Insya Allah saya akan membagi banyak bagian tulisan tentang daerah. Maklum ? Merayakan Hari Ultah Daerah dan Negara kan tidak mesti selalu ikut naik pinang dan makan kerupuk ? Ya kada ? he..he 

Mana tahu ada bujurnya. 

 

Advertisements
Comments
  1. Smoga dengan HUT ke-57, Kalsel jadi makin makmur, adil, dan demokratis. Dirgahayu Kalsel! Merdeka. Ini kunjunganku yang pertama, mudah-mudahan kita masih bisa terus bersilaturahmi. Postingan sudah cukup bagus. Resep menulis menurut Pramudya Ananta Tour (almarhum) itu ada tiga, yaitu menulis, menulis, dan menulis! Ok, salam ngeblog

    “thanks pak sawali, sering-sering aja berkunjung, bantu-bantu mengoreksi tulisan saya sekalian”

  2. alip says:

    Great content and meaningful !!!

  3. qahar says:

    Kalsel harus dipimpin oleh orang asli kalimantan selatan, jangan kita menjadi tamu dirumah kita sendiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s