<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>The Sun and The Moon Site</title>
	<atom:link href="http://syamqomar.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://syamqomar.wordpress.com</link>
	<description>English, Books  and My Region</description>
	<lastBuildDate>Fri, 02 May 2008 09:30:23 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/536df7f1543abef3ec4c805888c60f13?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>The Sun and The Moon Site</title>
		<link>http://syamqomar.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Just Want 2 Say&#8230; i MOVE !</title>
		<link>http://syamqomar.wordpress.com/2008/05/02/just-want-2-say-i-move/</link>
		<comments>http://syamqomar.wordpress.com/2008/05/02/just-want-2-say-i-move/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 09:30:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>syamqomar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syamqomar.wordpress.com/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[ 
STOP PRESS: tepat hari ini (Jum’at 2/5/2008), saya &#8220;PINDAH RUMAH&#8221;.
Tempatnya tak jauh, masih dibawah bendera WP.
Dan setelah lama absen dari dunia Blogger, saya ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya bagi yang bertandang dan memberikan komentar di situs ini.
Tak lupa, mohon maaf dan maklum atas saran serta kritik yang tidak sempat ditanggapi.
Bagi yang sempat me “link” situs [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syamqomar.wordpress.com&blog=1472648&post=170&subd=syamqomar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p> </p>
<p><img class="alignleft" style="float:left;" src="http://i234.photobucket.com/albums/ee217/syamsuwal/Moving-full.jpg" alt="" width="195" height="262" />STOP PRESS: tepat hari ini (Jum’at 2/5/2008), saya <a href="http://syamsu84.wordpress.com">&#8220;PINDAH RUMAH&#8221;.</a></p>
<p>Tempatnya tak jauh, masih dibawah bendera WP.</p>
<p>Dan setelah lama absen dari dunia Blogger, saya ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya bagi yang bertandang dan memberikan komentar di situs ini.</p>
<p>Tak lupa, mohon maaf dan maklum atas saran serta kritik yang tidak sempat ditanggapi.</p>
<p>Bagi yang sempat me “link” situs ini , ramai berdiskusi, maupun yang baru &#8220;tersangkut&#8221; singgah, yu&#8230;kunjungi rumah baru saya di <a href="http://www.syamsu84.wordpress.com">www.syamsu84.wordpress.com</a></p>
<p> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/syamqomar.wordpress.com/170/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/syamqomar.wordpress.com/170/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syamqomar.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syamqomar.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syamqomar.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syamqomar.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syamqomar.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syamqomar.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syamqomar.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syamqomar.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syamqomar.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syamqomar.wordpress.com/170/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syamqomar.wordpress.com&blog=1472648&post=170&subd=syamqomar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syamqomar.wordpress.com/2008/05/02/just-want-2-say-i-move/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">syamqomar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i234.photobucket.com/albums/ee217/syamsuwal/Moving-full.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Oemar Bakri Harus Dihapuskan</title>
		<link>http://syamqomar.wordpress.com/2007/11/26/oemar-bakri-harus-dihapuskan/</link>
		<comments>http://syamqomar.wordpress.com/2007/11/26/oemar-bakri-harus-dihapuskan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Nov 2007 01:24:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>syamqomar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syamqomar.wordpress.com/2007/11/26/oemar-bakri-harus-dihapuskan/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Syamsuwal Qomar
&#160;
Tak seperti hari ulang tahun yang dirayakan meriah, hari guru (seperti biasa) kemarin diperingati  dan diekspos dengan berbagai keprihatinan. Media cetak maupun tayangan televisi ditanah air berlomba menampilkan sosok guru-guru idealis nan melankolis, mereka yang tak mampu secara materi namun rela mengajar demi anak-anak bangsa.
Oemar Bakri kiasannya, pak guru bersepeda ontel [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syamqomar.wordpress.com&blog=1472648&post=163&subd=syamqomar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center"><strong>Oleh : Syamsuwal Qomar</strong></p>
<p align="center">&nbsp;</p>
<p>Tak seperti hari ulang tahun yang dirayakan meriah, hari guru <strike>(seperti biasa) </strike>kemarin diperingati  dan diekspos dengan berbagai keprihatinan. Media cetak maupun tayangan televisi ditanah air berlomba menampilkan sosok guru-guru idealis nan melankolis, mereka yang tak mampu secara materi namun rela mengajar demi anak-anak bangsa.</p>
<p><img src="http://i234.photobucket.com/albums/ee217/syamsuwal/cycloide-elite-met-remnaff2.jpg" alt="Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket" align="left" border="2" height="133" hspace="6" vspace="6" width="107" />Oemar Bakri kiasannya, pak guru bersepeda ontel dengan kopiah hitam yang miring. Orang tua yang menuntun sepedanya pulang disaat murid-muridnya memakai “kereta” berkilap dan terlindung dari hujan. Illustrasi yang  sering saya temukan di beberapa media cetak lokal.</p>
<p>Entah sampai kapan figur ini lekat terhadap profesi guru. Mereka yang harusnya menjadi pelita bangsa, pemberi inspirasi dan pembawa budaya melalui kehlian yang disandang malah terpenjara dalam peran demikian. Kesalahan mereka yang kerap menjadi sorotan, segala harapan besar yang disandangkan, juga imbalan yang tidak pernah cukup untuk hidup layak.</p>
<p><span id="more-163"></span><br />
Mungkin hal yang cukup berpengaruh melahirkan imej tersebut akibat dari minimnya rasa peduli terhadap pendidikan. Contoh komparasinya dari negara tetangga Vietnam, presiden Ho Chin Minh menyatakan slogan no teacher, no education yang melandasi kebijakan membangun pendidikan dengan guru sebagai basisnya.</p>
<p>Sementara negara kita masih kelimpungan mengatasi masalah database guru. Banyak guru-guru kontrak yang tak terdaftar sebagai guru, para tenaga honor yang harus menunggu lama agar diakui menjadi guru tetap. Tak jarang mereka harus membaktikan diri lima sampai enam tahun, melebihi masa kerja yang seharusnya namun tak kunjung diangkat menjadi pegawai tetap.</p>
<p>Akibat ketidakpastian masa depan yang tersebut, identitas pendidik menjadi tidak populer. Profesi guru juga bukan profesi yang bergengsi karena rendahnya reward secara finansial. Jadi guru bukan hanya mendapat pukulan dari manajemen negara tapi juga dari perspektif masyarakat.</p>
<p>Keadaan demikian yang mayoritasnya terjadi sehingga lahirlah imej “oemar bakri”. Juga membuat guru-guru yang tidak mampu harus memiliki profesi sampingan lain demi memenuhi kebutuhan hidup mereka.</p>
<p><strong>Menghancurkan “Oemar Bakri”</strong></p>
<p>Jika dicermati lebih seksama, memang tak pantas guru terpenjara dalam peran “pendidik” seperti yang dikiaskan. Guru memiliki peran yang jauh lebih baik, seorang pewaris budaya dan jembatan ilmu. Mereka yang digugu dan ditiru bukan hanya didalam kelas tapi juga dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Adanya gambaran “oemar bakri” terkesan menonjolkan lemah dan tak berdayanya seorang guru, lambang pelecehan terhadap profesi yang sebegitu mulia. Maka dengan bertambahnya dekade yang dilewati, sudah saatnya para guru tak tinggal diam dan memberontak menghancurkan gambaran “oemar bakri”.</p>
<p>Menggantinya dengan gambaran yang jauh lebih perkasa. Sebuah karikatur pribadi pendidik yang unik dan mencerminkan pembawa budaya bangsa. Figur yang benar-benar mewakili betapa kokohnya seorang pendidik di tengah kemelut dunia pendidikan nasional.</p>
<p>Guru-guru yang masih punya kesempatan belajar, dengan pengecualian mereka yang tidak mampu, dapat diminta dan diharapkan membagi ilmu bersama. Saatnya bertransformasi menjadi lebih baik, merapatkan barisan melalui solidnya hasil diskusi dan karya yang dihasilkan.</p>
<p>Ditambah dengan pesatnya teknologi yang berkembang, para guru bisa memanfaatkan sarana komunikasi yang lebih canggih via jaringan. Mereka bisa mengikuti perkembangan zaman dengan memanfaatkan Jardiknas. Teknologi yang sedang  dikembangkan oleh pemerintah sebagai media pembelajaran bagi semua insan pendidikan.</p>
<p>Mungkin dengan cara demikian guru-guru bisa membantu rekan-rekan yang masih berkekurangan. Membenahi pendidikan secara perlahan-lahan dan membangun citra yang lebih menarik. Hingga kepedulian terhadap pendidikan tergugah dan masyarakat secara luas dapat merekonstruksi pandangan mereka terhadap profesi pendidik.</p>
<p><img src="http://i234.photobucket.com/albums/ee217/syamsuwal/CopyofBidadari_Words_04.jpg" alt="Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket" align="left" border="2" height="149" hspace="4" vspace="4" width="105" />Saatnya menatap masa depan dengan lebih optimis dan melupakan “oemar bakri”, karena takutnya, abadinya istilah tersebut juga dapat mempengaruhi dan menghancurkan minat para generasi muda bangsa. Mereka yang memiliki keinginan besar menjadi pendidik malah terjerumus dalam liang pesimis dan keinginan untuk berubah dalam diripun sirna.</p>
<p>Begitu keinginan untuk berubah itu menghilang, maka pendidikan bangsa juga akan tetap jalan ditempat tanpa adanya perbaikan, padahal, siapa lagi yang akan memperbaiki pendidikan terkecuali mereka atau kita? Semua anak-anak bangsa.</p>
<p><strong><font color="#0000ff">*Memperingati hari Guru dan Keprihatinan &#8220;BENCANA PENDIDIKAN&#8221;<br />
2,6 juta guru di tanah air yang dinyatakan tidak layak mengajar*</font></strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/syamqomar.wordpress.com/163/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/syamqomar.wordpress.com/163/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syamqomar.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syamqomar.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syamqomar.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syamqomar.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syamqomar.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syamqomar.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syamqomar.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syamqomar.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syamqomar.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syamqomar.wordpress.com/163/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syamqomar.wordpress.com&blog=1472648&post=163&subd=syamqomar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syamqomar.wordpress.com/2007/11/26/oemar-bakri-harus-dihapuskan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">syamqomar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i234.photobucket.com/albums/ee217/syamsuwal/cycloide-elite-met-remnaff2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i234.photobucket.com/albums/ee217/syamsuwal/CopyofBidadari_Words_04.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mari Benahi Pendidikan Bersama</title>
		<link>http://syamqomar.wordpress.com/2007/11/20/mari-benahi-pendidikan-bersama/</link>
		<comments>http://syamqomar.wordpress.com/2007/11/20/mari-benahi-pendidikan-bersama/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Nov 2007 14:07:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>syamqomar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syamqomar.wordpress.com/2007/11/20/mari-benahi-pendidikan-bersama/</guid>
		<description><![CDATA[
Oleh : Syamsuwal Qomar
Sungguh sulit dipercaya, menginjak usia  kemerdekaan yang ke 62, ternyata masih lumayan banyak masyarakat kita yang  terkategori “rabun baca”. Bukan dalam kiasan malas atau tak punya keinginan untuk membaca, tapi benar-benar tak mampu mengenali aksara.
Sampai perkembangan terakhir tercatat 14,6 juta jiwa yang buta aksara di Indonesia. Mengambil contoh di ibu kota, tahun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syamqomar.wordpress.com&blog=1472648&post=162&subd=syamqomar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img border="2" vspace="2" align="top" width="1" src="http://i234.photobucket.com/albums/ee217/syamsuwal/pair20reading.jpg" hspace="2" height="1" style="width:402px;height:207px;" /></p>
<p align="center"><strong>Oleh : Syamsuwal Qomar</strong></p>
<p align="left">Sungguh sulit dipercaya, menginjak usia  kemerdekaan yang ke 62, ternyata masih lumayan banyak masyarakat kita yang  terkategori “rabun baca”. Bukan dalam kiasan malas atau tak punya keinginan untuk membaca, tapi benar-benar tak mampu mengenali aksara.</p>
<p align="left">Sampai perkembangan terakhir tercatat 14,6 juta jiwa yang buta aksara di Indonesia. Mengambil contoh di ibu kota, tahun 2006 terakhir tingkat buta huruf mencapai 11.000 orang. Jumlah yang dipercaya akan semakin bertambah dengan angka putus sekolah yang mencapai 23.000 orang. Entah bagaimana ya dengan nasib daerah lainnya?</p>
<p align="left"><span id="more-162"></span></p>
<p align="left">Angka yang dikategorikan “tinggi” itu akhirnya menimbulkan efek domino. Sistem pendidikan di negara ini dicap gagal memenuhi targetnya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Ujung-ujungnya berimbas pada kualitas SDM yang disinyalir, menjadi salah satu faktor mengapa bangsa kita cenderung dipandang sebelah mata.</p>
<p align="left">Padahal pemerintah sudah berusaha maksimal dengan menerapkan UN. Langkah nyata yang dipercaya sebagai kontrol kualitas anak-anak bangsa. Namun perihal aplikasinya kembali menohok perasaan. Dari sekian ribu sekolah ditanah air, ternyata hanya 23 sekolah yang diakui benar-benar terstandar secara internasional oleh IBO.</p>
<p align="left">Masihkah UN dipercaya sebagai jalan yang solusif? Sudah benarkah jalan pelaksanaannya di sekolah? Apakah UN benar-benar mewakili kecerdasan seseorang? Berbagai pro dan kontra pasti akan mewarnai jawabannya. Mari sejenak melupakan perdebatan tersebut dan melihat apa saja yang bisa dikerjakan demi pendidikan bangsa.<br />
    <a target="_blank" href="http://photobucket.com/"></a><br />
<strong>Diri Pribadi dan Keinginan Berbagi</strong></p>
<p align="left">Beberapa hari yang lalu saya dikritik oleh seorang teman, alumnus FKIP Unlam yang sekarang menjadi guru disebuah sekolah swasta. Kebetulan ia menghubungi saya setelah melihat beberapa postingan di blog ini. Teman saya ini bukan tipe “pembantai karya”, karena ia juga suka menulis. Ia hanya berharap mudah-mudahan bisa bertukar pikiran dan saling berbagi karena sama-sama berkecimpung di dunia pendidikan.</p>
<p align="left">Saya tentu saja sangat girang. Bisa bertemu mendapat teman baru yang tentunya memberi banyak masukan, meskipun kritikannya juga lumayan pedas. Ia menilai kalau saya terlalu sering mengeluh terhadap sistem pendidikan yang ada. Menurutnya, (bila nanti menjadi guru) saya harus lebih sering memberi semangat dan solusi yang menawarkan perubahan, meski pada awalnya hanya dimulai dari hal kecil.</p>
<p align="left">Contoh masalah UN, bila hal demikian dipercaya menjadi standar pemerintah, kenapa mesti memunculkan berbagai pendapat atau keluhan. Alangkah baiknya jika cukup dijalankan dengan baik tanpa kecurangan. Hal yang pasti dipercaya lebih baik sebagai tindak nyata dalam dunia pendidikan.</p>
<p align="left">Pendidikan yang pasti dipercaya bukan hanya urusan pemerintah, tapi juga mereka yang terlibat menjalani. Inilah saatnya untuk memunculkan aspek tenggang rasa dalam diri untuk  membantu mereka yang serba kekurangan. Bukan hanya senantiasa memunculkan esensi-esensi negatif dari suatu keadaan, institusi maupun lingkungan.  </p>
<p align="left">Dalam bahasa lain mungkin disebut filantropi. Suatu konsep cinta kasih atau kedermewanan untuk memikul tanggung jawab bersama yang diharapkan mampu memberi kontribusi lebih. Beranjak dari konsep berbicara menuju konsep bertindak dalam memperbaiki sesuatu.</p>
<p align="left">Seperti contoh dalam kasus “rabun baca”. Masih ada hal-hal lain yang bisa dilakukan seandainya tidak menjadi orang yang bertugas langsung memberantas buta aksara. Dalam ruang lingkup mahasiswa, paling tidak saya disarankan untuk berdisiplin membaca buku, lalu  mengajak sebanyak mungkin mahasiswa lain untuk menanamkan minat baca.</p>
<p align="left">Belajar berbagi ilmu dan bertukar pikiran bersama, saling menerima dan memberi bantuan (<strike>apalagi saya lebih sering dibantu daripada memberi bantuan H3w</strike>). Mudah-mudahan mampu melahirkan generasi pembaca yang nantinya siap memikul tanggung jawab besar bagi bangsa ini. Dalam hati akhirnya saya bersyukur, saya bisa belajar banyak dan menyadari beberapa kekeliruan dari keadaan sekeliling saya, termasuk kritik dari sang teman ini.</p>
<p align="left">Terakhir ia memberi referensi berupa buku Laskar Pelangi yang berkaitan langsung dengan pendidikan, bagian pertama dari tetralogi karya Andrea Hirata. Buku yang tak asing lagi telah menjadi best seller dalam skala nasional.</p>
<p align="left"><img border="3" vspace="2" align="left" width="99" src="http://i234.photobucket.com/albums/ee217/syamsuwal/laskarpelangi.jpg" hspace="4" alt="Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket" height="151" />Hasil karya yang benar-benar menyentuh hati dan memberi teguran. Nun jauh didaerah pedalaman dan tak mudah dijangkau, terpenjara dalam keterbatasan dan sarana yang awut-awutan, ternyata masih ada anak-anak yang rela melakukan apa saja demi pendidikan.</p>
<p align="left">Mungkinkah tokoh-tokoh dalam buku itu benar-benar hidup didalam kenyataan? Kalau itu terjadi, pasti akan membuka mata lebih lebar kalau pendidikan memang bisa dimiliki siapa saja. Mereka yang ingin terus belajar dan berjuang mendapatkannya. Maka oleh itu untuk memperbaikinya juga, mari berbagi ilmu, kritik dan komentar demi pendidikan bersama.<br />
 <br />
 </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/syamqomar.wordpress.com/162/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/syamqomar.wordpress.com/162/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syamqomar.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syamqomar.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syamqomar.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syamqomar.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syamqomar.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syamqomar.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syamqomar.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syamqomar.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syamqomar.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syamqomar.wordpress.com/162/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syamqomar.wordpress.com&blog=1472648&post=162&subd=syamqomar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syamqomar.wordpress.com/2007/11/20/mari-benahi-pendidikan-bersama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">syamqomar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i234.photobucket.com/albums/ee217/syamsuwal/pair20reading.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://i234.photobucket.com/albums/ee217/syamsuwal/laskarpelangi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pendidik juga Pahlawan?</title>
		<link>http://syamqomar.wordpress.com/2007/11/13/pendidik-juga-pahlawan/</link>
		<comments>http://syamqomar.wordpress.com/2007/11/13/pendidik-juga-pahlawan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Nov 2007 10:21:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>syamqomar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syamqomar.wordpress.com/2007/11/13/pendidik-juga-pahlawan/</guid>
		<description><![CDATA[3 hari barusan kita memperingati hari Pahlawan, sebagai lambang penghormatan pada para pejuang yang bertempur melawan penjajah, sampai didirikannya Tugu Pahlawan, &#8220;tanda jasa&#8221; bagi mereka yang berjuang sampai titik darah penghabisan.
Tiap-tiap individu pasti punya perbedaan dalam memaknai kata pahlawan. Yang ada di pikiran saya, pahlawan adalah mereka yang berani berjuang menantang kelaliman demi kelangsungan bangsanya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syamqomar.wordpress.com&blog=1472648&post=157&subd=syamqomar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>3 hari barusan kita memperingati hari Pahlawan, sebagai lambang penghormatan pada para pejuang yang bertempur melawan penjajah, sampai didirikannya Tugu Pahlawan, &#8220;tanda jasa&#8221; bagi mereka yang berjuang sampai titik darah penghabisan.</p>
<p>Tiap-tiap individu pasti punya perbedaan dalam memaknai kata pahlawan. Yang ada di pikiran saya, pahlawan adalah mereka yang berani berjuang menantang kelaliman demi kelangsungan bangsanya. Seseorang yang mau ikut berkorban saat orang-orang disekitarnya menderita.</p>
<p><img border="2" vspace="1" width="358" src="http://syamqomar.files.wordpress.com/2007/11/indonesia1.jpg?w=358&#038;h=171" hspace="2" height="171" style="width:413px;height:110px;" /></p>
<p>Siapa saja mungkin bisa menjadi pahlawan. Seorang jaksa yang adil, orang kaya yang dermawan, atau sekedar seorang kepala keluarga yang menjadi tumpuan hidup anak-anak dan istrinya. Tak peduli seberapa kecil penghargaan yang diperoleh, mereka tetap memperjuangkan hal yang diyakini sebagai kebenaran.</p>
<p>Dalam dunia pendidikan contohnya, puluhan tahun sebelum merdeka, bangsa kita dibatasi haknya untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Namun karena keberadaan orang-orang yang berani mengorbankan nyawa dan menantang penjajah demi generasi bangsa, kesempatan sempit tersebut tetap tidak ter sia-siakan.</p>
<p>Hanya dalam belasan tahun bangsa Indonesia mampu beregenerasi melalui sekolah-sekolah yang didirikan para pendidik bangsa. Tak pelak, keberadaan mereka pula yang menjadi pondasi dasar pendidikan, sehingga bermunculan golongan intelektual yang membuat negara kita mampu berdiri sejajar dengan negara-negara lain di dunia.</p>
<p><span id="more-157"></span></p>
<p><strong>Embrio Pendidikan Bangsa</strong></p>
<p>Pada tahun 1908, seorang pria asal Sleman bernama Wahidin Sudirohusodo bertemu dengan Sutomo, mahasiswa yang kuliah di STOVIA (Sekolah Dokter Pribumi) dan baru berusia 20 tahun di daerah ibu kota Jakarta.</p>
<p>Siapa yang menyangka, pertemuan itu akhirnya berbuah embrio pendidikan bangsa. Setelah Wahidin dengan semangatnya menggagas “Studiefonds” atau “dana pelajar”, Sutomo menyambut positif gagasan tersebut dan langsung mengumpulkan kawan-kawannya di gedung STOVIA.</p>
<p>Mereka sepakat mendirikan organisasi Budi Utomo (BU) dan Sutomo ditunjuk sebagai ketua. Tujuannya cukup bergerak di bidang pendidikan serta budaya, dan dalam waktu enam bulan, BU sudah mendirikan cabangnya di banyak kota besar di Jawa dan Madura.</p>
<p>Meskipun pada akhirnya, BU harus tenggelam karena terdesak oleh organisasi-organisasi yang lebih radikal. Mereka menjadi benih semangat kebangsaan dan menjadi pelopor pergerakan nasional. BU tercatat sebagai organisasi pertama yang disusun secara modern di Indonesia dan hari lahirnya, ditetapkan sebagai Hari Kebangkitan Nasional.</p>
<p>Ada dua hal yang begitu menarik dari pembentukan BU, pertama, mereka didirikan oleh kerja sama yang sinergis antara kaum tua dan muda. Dua, BU sebagai organisasi pertama yang menyulut kebangkitan bangsa adalah badan yang bergerak di <strong>bidang pendidikan</strong>, bukan politik.</p>
<p>Sungguh hal yang begitu ironis, bergulirnya roda zaman sekarang justru membuat pendidikan bergeser dalam interpretasi bangsa. Berbagai komponennya satu persatu copot berterbangan, sekolah-sekolah yang compang-camping dan guru-guru yang kurang penghargaan.</p>
<p>Wajar bila banyak yang mempertanyakan, begitu dana Pilkada sedemikian besar dan politik menjelma menjadi permainan yang mengasyikkan, jika alasan yang mencuat adalah untuk menopang kemajuan dan pembangunan bangsa, dimana sejatinya letak pendidikan?</p>
<p>Dalam keadaan demikan pula, Masih layakkah para pendidik disebut sebagai pahlawan? sebagaimana potongan Hymne :</p>
<p><img border="4" vspace="2" align="left" width="164" src="http://syamqomar.files.wordpress.com/2007/11/59252-02201512072007guru-1.jpg?w=164&#038;h=211" hspace="5" height="211" style="width:154px;height:146px;" /></p>
<p><em><font color="#0000ff">Engkau sbagai pelita dalam kegelapan<br />
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan<br />
Engkau patriot pahlawan bangsa<br />
tanpa tanda jasa</font></em></p>
<p>Hal yang  rasanya kembali menjadi renungan, benarkah jasa-jasa pahlawan sudah terwarisi dengan benar? Patut kita jawab sebagai bangsa yang telah mereka perjuangkan.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/syamqomar.wordpress.com/157/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/syamqomar.wordpress.com/157/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syamqomar.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syamqomar.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syamqomar.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syamqomar.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syamqomar.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syamqomar.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syamqomar.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syamqomar.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syamqomar.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syamqomar.wordpress.com/157/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syamqomar.wordpress.com&blog=1472648&post=157&subd=syamqomar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syamqomar.wordpress.com/2007/11/13/pendidik-juga-pahlawan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">syamqomar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://syamqomar.files.wordpress.com/2007/11/indonesia1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://syamqomar.files.wordpress.com/2007/11/59252-02201512072007guru-1.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>BUBARKAN SEKOLAH ?</title>
		<link>http://syamqomar.wordpress.com/2007/11/04/bubarkan-sekolah/</link>
		<comments>http://syamqomar.wordpress.com/2007/11/04/bubarkan-sekolah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Nov 2007 04:43:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>syamqomar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syamqomar.wordpress.com/2007/11/04/bubarkan-sekolah/</guid>
		<description><![CDATA[
&#160;
Oleh : Syamsuwal Qomar
Minggu-minggu ini Banjarmasin Post, salah satu koran lokal di tempat saya ramai memberitakan tentang pendidikan. Hari kamis kemarin muncul judul Guru SDN xxx Tolak UN, setelah beberapa hari sebelumnya juga dipajang judul-judul seperti  Belajar di Samping Kuburan, Atap-atap Sekolah yang Ambrol dan Ruangan Kelas Amblas.
Gampang di tebak, sekolah-sekolah yang bernasib &#8220;naas&#8221; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syamqomar.wordpress.com&blog=1472648&post=156&subd=syamqomar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://syamqomar.files.wordpress.com/2007/11/ser.jpg?w=393&#038;h=204" align="top" border="4" height="204" hspace="4" vspace="4" width="393" /></p>
<p align="center">&nbsp;</p>
<p align="center">Oleh : Syamsuwal Qomar</p>
<p>Minggu-minggu ini Banjarmasin Post, salah satu koran lokal di tempat saya ramai memberitakan tentang pendidikan. Hari kamis kemarin muncul judul <strong>Guru SDN xxx Tolak UN</strong>, setelah beberapa hari sebelumnya juga dipajang judul-judul seperti  <strong>Belajar di Samping Kuburan</strong>, <strong>Atap-atap Sekolah yang Ambrol</strong> dan <strong>Ruangan Kelas Amblas</strong>.</p>
<p>Gampang di tebak, sekolah-sekolah yang bernasib &#8220;naas&#8221; demikian pastilah sekolah pinggiran. Sekolah-sekolah yang terluput dari perhatian pemerintah karena jarangnya akses ke daerah terpencil, sehingga minimnya fasilitas sudah menjadi hal yang lumrah.</p>
<p>Tak jarang dijumpai, karena merasa diperlakukan tak adil, sekolah-sekolah yang terletak di pelosok ini akhirnya angkat bicara. Di saat sekolah-sekolah di kota memiliki fasilitas lengkap dan mampu meluluskan sebagian besar siswanya saat UN, mereka justru &#8220;harus&#8221; menolak UN karena banyak siswa mereka yang tidak bisa baca tulis. &#8220;Bagaimana bisa lulus UN?&#8221;</p>
<p>Sungguh hal yang ironis memang. Wajar bila sekolah-sekolah tersebut memilih WO duluan. Tapi yang masih patut menjadi pertanyaan kemudian, masa iya peran fasilitas sebesar itu dalam dunia pendidikan, sehingga dapat menjadi alasan ketidakmampuan siswa untuk belajar dan menyerap berbagai ilmu pengetahuan?</p>
<p>Terpicu dari hal ini, diam-diam muncul dialog terbuka antar mahasiswa FKIP di kampus saya. Para &#8220;cagur&#8221; yang &#8220;resah&#8221; dengan masa depan mengutarakan pendapat mereka dengan lugas dan terbuka, ditemui komentar biasa sampai saran unik yang membuat kening berkerut. Pendapat yang paling ekstrim pun akhirnya muncul belakangan, BUBARKAN SEKOLAH?!</p>
<p><span id="more-156"></span></p>
<p>Sontak diskusi menjadi riuh, muka-muka peserta diskusi menjadi bingung mendengar saran yang (dianggap sangat) tak logis ini. Sampai-sampai teman di sebelah ikut bersuara keras, &#8220;Bangsa kita jadi tambah bodoh dong? ya sekarang saja banyak pengangguran? apalagi bila sekolah di bubarkan?&#8221;</p>
<p>Maklum, bukannya takut dengan khayalan, tapi kawan yang satu ini sudah bercita-cita jadi guru sejak SD. Ia merasa idealisme nya terganggu oleh saran yang tak masuk akal, jadinya merasa terkompori dengan istilah pembubaran tersebut.</p>
<p>Saya hanya diam menunggu keributan mereda. Setelah suasana mulai tenang, si empunya saran akhirnya diminta menjelaskan gagasan konyol tersebut. Dengan santai ia memaparkan idenya:</p>
<p>Melihat sistem pendidikan yang sekarang begitu ruwet, sekolah-sekolah yang mulai bergeser fungsinya menjadi tempat bermewah-mewahan, sementara sekolah-sekolah yang lain tidak kebagian fasilitas belajar. Penghargaan yang sangat kurang terhadap guru dan maraknya penyelewengan dana oleh oknum-oknum yang memanfaatkan kesempatan di sektor pendidikan.</p>
<p>Akan lebih baik bila sekolah dibubarkan saja. Sebagai penggantinya dapat dibentuk klub-klub atau bimbingan belajar yang lebih fleksibel dan tak banyak terikat aturan. Mereka bisa didaftarkan secara resmi dan bebas menentukan waktu sendiri, jadi belajar bisa kapan dan dimana saja.</p>
<p>Guru-guru yang tadinya sebagai pengajar juga bisa beralih profesi menjadi mentor, mereka bisa menetapkan iuran sendiri dari murid-murid sehingga bisa lebih bebas berkreativitas dengan kurikulum yang ditetapkan, tak menutup kemungkinan, nantinya mereka akan lebih dihargai dengan cara tersebut.</p>
<p>Tanggung jawab jadinya terkesan lebih merata dan mengena kepada individu pelajar, bukan atas nama institusi. Bagi pelajar yang kurang paham dapat bertanya pada yang lain, tapi bila mereka diam, dengan cepat pula mereka akan tertinggal.</p>
<p>Tentu saja pemerintah masih perlu memfasilitasi, perlu didirikan banyak perpustakaan sebagai media pembelajar atau yang bisa difungsikan sebagai ruang diskusi dan ruang pertemuan yang dapat dipakai bergantian setiap hari. Beberapa tempat yang bisa memfasilitasi para murid tapi tak meski mengeluarkan biaya banyak.</p>
<p>Setuju atau tidak,  hanya sekedar saran dari teman mahasiswa yang &#8220;cetek&#8221; ilmunya (h3w). Sebenarnya yang ingin ia tekankan sederhana. Pendidikan sejati adalah proses pembelajaran secara otodidak yang dapat diperoleh di mana saja, tanpa harus mengkungkung pemikiran siswa yang cukup terbatas belajar di sekolah.</p>
<p>Terus terang saja, khayalan saya tidak sampai kesana. Tapi kalau berbicara opini, tetap saja sekolah menurut saya penting. Saya tidak setuju bila sekolah dibubarkan, dan untuk belajar otodidak, seorang siswa juga tidak mesti berhenti atau sama sekali tidak sekolah.</p>
<p>Mereka dapat membagi waktu antara belajar di sekolah, mencari pengetahuan di luar melalui buku-buku atau sastra yang lain. Di internet maupun perpustakaan, tapi bila di daerah terpencil yang minim fasilitas? Tetap saja susah. Bukan  itu saja, perbaikan sistem perlu dilakukan secepatnya sebelum dunia pendidikan kita bertambah kritis. Bila tak ada perubahan, Masuk akalkah bila sekolah benar-benar dibubarkan?</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/syamqomar.wordpress.com/156/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/syamqomar.wordpress.com/156/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syamqomar.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syamqomar.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syamqomar.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syamqomar.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syamqomar.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syamqomar.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syamqomar.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syamqomar.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syamqomar.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syamqomar.wordpress.com/156/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syamqomar.wordpress.com&blog=1472648&post=156&subd=syamqomar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syamqomar.wordpress.com/2007/11/04/bubarkan-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">syamqomar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://syamqomar.files.wordpress.com/2007/11/ser.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Menulis seribu tahun lagi ?</title>
		<link>http://syamqomar.wordpress.com/2007/10/30/menulis-seribu-tahun-lagi/</link>
		<comments>http://syamqomar.wordpress.com/2007/10/30/menulis-seribu-tahun-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Oct 2007 10:27:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>syamqomar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syamqomar.wordpress.com/2007/10/30/menulis-seribu-tahun-lagi/</guid>
		<description><![CDATA[ 
Oleh : Syamsuwal Qomar
Back to Business. This is the time when I should move and go home with the real life. Pick the time preciously, go to the campus and library, gather the literatures, make a plan to accomplish the thesis.
ASAP…Hold on, I almost forgot to post my article…
Ngomong-ngomong perihal menulis, mungkin yang paling berjasa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syamqomar.wordpress.com&blog=1472648&post=149&subd=syamqomar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="left"> <img border="2" vspace="2" align="top" width="413" src="http://syamqomar.files.wordpress.com/2007/10/writing.jpg?w=413&#038;h=413" hspace="2" height="413" style="width:399px;height:192px;" /></p>
<p align="center">Oleh : Syamsuwal Qomar</p>
<p align="center"><font color="#99ccff">Back to Business. This is the time when I should move and go home with the real life. Pick the time preciously, go to the campus and library, gather the literatures, make a plan to accomplish the thesis.</font></p>
<p align="center"><font color="#99ccff">ASAP…Hold on, I almost forgot to post my article…</font></p>
<p>Ngomong-ngomong perihal menulis, mungkin yang paling berjasa dalam hal ini adalah <a href="http://webersis.com">pak EWA</a>. Tak ada capeknya beliau memotivasi untuk menulis setiap hari dan minggunya.</p>
<p>Padahal waktu awal ketemu, saya hanya penulis “ecek-ecekan” yang kebetulan beruntung karya nya dimuat di koran. Ternyata ada juga yang berminat “membaca” tulisan saya. H3w.</p>
<p>Bukunya “Menulis Sangat Mudah” banyak memberi ide-ide untuk menulis. Tapi tetap saja saya tergolong angin-anginan dalam hal ini (dasar pemalas <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/face-smile.png' alt=':-)' class='wp-smiley' /> ). Pikiran saya, keterampilan menulis cukup sebatas hobi dan mood. Syukur-syukur bila nantinya bisa mendarah daging dan jadi kebiasaan.</p>
<p>Tapi entah kenapa, persepsi saya tentang menulis sekarang mulai berubah. Mungkin seperti yang dibilang banyak motivator, saya mulai bisa memandang kalau menulis dapat menjadi ajang curhat, pelepasan emosi secara lebih dewasa dan aktualisasi diri.</p>
<p>Berbeda dengan pertama kali menulis. Karena belum terbiasa menuangkan pikiran lewat tulisan, tata bahasa menjadi kacau, penempatan tanda baca yang kurang tepat, pemilihan bahasa yang begitu kasar sehingga menggerus makna jadi lebih “kejam” dan arogan.</p>
<p>Walhasil menulis malah membabi buta, mencari kesalahan orang lain, pamer kepintaran atau sekedar menyalurkan emosi tanpa memikirkan apa akibat dan dampak dari hasil tulisan.</p>
<p>Belakangan bersentuhan dengan dunia maya, saya menilai kalau menulis bisa mendewasakan diri. Setelah banyak belajar dan berkunjung ke web2 lain, seperti web yang dimiliki <a href="http://sisca79.wordpress.com/">Hana 79</a><a href="http://sisca79.wordpress.com/">, </a>web yang banyak memotivasi dan mengajari segala hal dalam hidup. Memberi banyak pencerahan dan men “defrag” pola pikir yang berkaitan erat dengan menulis.</p>
<p>Memang sebuah tulisan, bila dilihat dari sistematika dan pemilihan katanya juga dapat menjadi cermin dari pribadi penulis. Jadi –entah disadari atau tidak, dapat mengungkapkan identitas dan sifat penulis itu sendiri.</p>
<p>Web Jalur lurus yang dikelola <a target="_blank" href="http://sawali.wordpress.com/">Sawali Tuhusetya</a> contohnya. Saya menyebutnya guru elit dari Kendal, (h3W) banyak didapat ide-ide luar biasa dari web ini dan perkembangan dunia pendidikan terbaru. Dengan motto “Budayakan Nge-Blog di antara kalangan guru” sangat bagus untuk me refresh dunia pendidikan yang di rasa masih carut marut.</p>
<p>Berbicara tentang hal-hal luar biasa, juga ada blog <a href="http://spektrumku.wordpress.com">Spektrum Pemikiranku</a> yang dikomandoi Yari NK. Isi blognya sometimes fill with English, benar-benar scientific. Penuh dengan hal-hal baru dan segar.</p>
<p><a href="http://santribuntet.wordpress.com/">Santri Butet Kurtubi</a> yang tulisannya banyak mengupas kisah hidup manusia. Mengajarkan nilai-nilai dan arti terdalam dari kehidupan. Begitu mempesona dan sensitif dengan kehidupan sehari-hari yang kita jalani dipandang dari segi religi.</p>
<p>Rekan <a href="http://fira.wordpress.com/">Fira 71</a> yang kadang juga memberi inspirasi untuk membuat puisi dan cerpen. (Terus berkarya mbak), blog <a href="http://almascatie.wordpress.com/">Al-Maschatie</a> yang begitu kreatif, Al-Jufri <a href="http://mathematicse.wordpress.com">Mathematicse</a> dengan mengusung ide-ide khas ilmu hitung-menghitung, Mbak <a href="http://anied.blogspot.com">Anie </a>di Batam yang menceritakan kesehariannya dan <a href="http://keluargabroto.com/">Dhona </a>yang baru-baru berkunjung ke sini.</p>
<p>Serta blog-blog lain yang pernah berkunjung dan ikut mendewasakan saya, <a href="http://andalasdejava.wordpress.com/">T4n Andalas</a>, <a href="http://pr4s.wordpress.com">Pr4s</a>, <a href="http://dylin.wordpress.com">Lintang</a>, <a href="http://xwoman.wordpress.com">X-Woman</a> dan rekan <a href="http://rahayusuciati.wordpress.com/">Cangcorong</a> di Banjarmasin, juga yang lainnya lagi yang tak bisa saya sebutkan satu-satu.</p>
<p>Blog-blog ini ikut, bahkan banyak berperan dalam membangun kepercayaan diri. Memberikan contoh penuangan pikiran yang kreatif serta jauh dari kesan menggurui dan sombong. Juga banyak memberi kontribusi dan warna tersendiri dalam gaya penulisan.</p>
<p>Saya punya andai-andai, Berlebihan memang, tapi bila umur manusia bisa mencapai seribu tahun. Mungkinkah rekan-rekan di dunia maya mampu terus menulis selama itu, kenapa tidak ? H3w. saya mungkin saja menjawabnya. Entah bagaimana dengan pendapat mereka ?</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/syamqomar.wordpress.com/149/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/syamqomar.wordpress.com/149/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syamqomar.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syamqomar.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syamqomar.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syamqomar.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syamqomar.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syamqomar.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syamqomar.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syamqomar.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syamqomar.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syamqomar.wordpress.com/149/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syamqomar.wordpress.com&blog=1472648&post=149&subd=syamqomar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syamqomar.wordpress.com/2007/10/30/menulis-seribu-tahun-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">syamqomar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://syamqomar.files.wordpress.com/2007/10/writing.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Silaturahmi Buku dan Komik</title>
		<link>http://syamqomar.wordpress.com/2007/10/15/kisah-silaturahmi-buku-dan-komik/</link>
		<comments>http://syamqomar.wordpress.com/2007/10/15/kisah-silaturahmi-buku-dan-komik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Oct 2007 13:09:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>syamqomar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syamqomar.wordpress.com/2007/10/15/kisah-silaturahmi-buku-dan-komik/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh :
Syamsuwal Qomar
&#160;
Lebaran biasanya identik dengan mudik, silaturahmi dan ketupat. Namun berbeda dengan kebanyakan orang, saya justru tidak pergi ke mana-mana saat lebaran. Saya mudik di rumah saja   
Bukannya tidak punya keluarga di luar kota, akibat beberapa kegagalan teknis, saya mesti tinggal di rumah dan gagal melancong. Baru bisa bersilaturahmi dengan keluarga jauh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syamqomar.wordpress.com&blog=1472648&post=148&subd=syamqomar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center"><strong>Oleh :<br />
Syamsuwal Qomar</strong></p>
<p align="center">&nbsp;</p>
<p>Lebaran biasanya identik dengan mudik, silaturahmi dan ketupat. Namun berbeda dengan kebanyakan orang, saya justru tidak pergi ke mana-mana saat lebaran. Saya mudik di rumah saja  <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/face-smile.png' alt=':-)' class='wp-smiley' /> <span style="font-size:12pt;font-family:Wingdings;"><span></span></span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';"></span></p>
<p>Bukannya tidak punya keluarga di luar kota, akibat beberapa kegagalan teknis, saya mesti tinggal di rumah dan gagal melancong. Baru bisa bersilaturahmi dengan keluarga jauh 2-3 hari sesudah lebaran. Tepatnya hari ini, saat anda membaca postingan ini mungkin saya dalam keadaan mudik  <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/face-smile.png' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-148"></span></p>
<p>Wajib bawa ketupat yang jadi makanan di rumah tiap lebaran. Lebaran dua hari yang lalu, sehabis shalat Ied, kami sekeluarga bersalam-salaman dengan saudara dan orang tua, bertangis-tangisan minta ampun karena banyak dosa (berlebihan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/face-smile.png' alt=':-)' class='wp-smiley' />  ), baru kami menyantap hidangan tradisional ini sambil bercanda. Idul fitri memang selalu jadi saat yang paling menyenangkan.</p>
<p>Saat senggang silaturahmi, tiba-tiba saya di tegur oleh adik sepupu, dia bilang “kak ? boleh nggak saya pinjam buku ? saya di kasih tugas bu guru meresensi buku, nanti sehabis libur sekolah di kumpulkan”.</p>
<p>Saya cuma tersenyum cengengesan, tidak menyangka bakalan dipintai bantuan. Dalam hati saya salut, membuat resensi memang tugas yang sangat bagus memancing minat baca, apalagi untuk anak berumur belasan tahun. “pinjam aja, tuh ada di kamar, memang maunya buku yang seperti apa ?”, kata saya.</p>
<p>Si adik sepupu dengan semangat berlari ke kamar, namun wajahnya langsung  masam “yaaah…bukunya tebal-tebal” sahutnya. Saya jadi tertawa ngakak, terus terang, kalau urusan beli buku saya banyak dibantu teman. Jadi itu semua bukan buku saya.</p>
<p>Sang teman ngasih buku tebal-tebal, boleh jujur juga, nggak semuanya udah saya baca (Dasar pemalas <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/face-smile.png' alt=':-)' class='wp-smiley' /> ) Saya bilang “Belajar banyak baca dong de, kakak juga lagi belajar nih”.</p>
<p>“Mmmm…Iya deh” katanya tersenyum kecut, sembari mengambil buku yang paling tipis. Saya makin ngakak melihat ia garuk-garuk kepala. Apa boleh buat, paling-paling itu yang ada di pikirannya, saya menebak.</p>
<p>Tapi sambil menghela nafas dan menghembuskan dengan keras, sampai di pintu kamar, si dede tiba-tiba mendelik dan berucap “Mmm…kakak ? kakak besok ke rumah kan ?”.</p>
<p>“Iya mang kenapa ? kakak kan mau pamit mudik ?”, sahut saya. “Nggak…datang aja” katanya tersenyum misterius. Membuat saya bertanya-tanya.</p>
<p>Besok setelah datang ke rumahnya baru penasaran hilang. Ternyata si dede merasa terpanasi dengan buku-buku saya, dia jadi pamer seluruh komik-komiknya yang tersusun rapi di almari kamar. Harus diakui, jauuuh lebih banyak daripada buku-buku saya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/face-worried.png' alt=':-?' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Melihat saya cuma senyum-senyum, si dede tambah memanasi “kakak bisa nggak ? ceritain semua buku di tempat kakak, aku bisa lho ? certain semua cerita komik yang dah ku baca” katanya.</p>
<p>“Masa ? segini banyak komik kamu bisa cerita semuanya”, saya menyahut. Mulailah si dede bercerita tentang komik-komiknya, saya mendengar dengan penuh perhatian.</p>
<p>Ia berkisah dari sejarah jepang (mangga), kisah tiga kerajaan, legend of the condor heroes dan legenda naga. Ia hafal nama Kan’u Uncho atau kuan yu, Liu Pei, Chohi Chokutaku hingga kisah cinta Kwee Ceng dengan Oey Yong Jie.</p>
<p>Saya senang sekali, tapi patut disayangkan. Begitu saya tanya, si dede tidak begitu tertarik dengan sejarah bangsa sendiri. Ia hafal dan tahu bagian dari sejarah jepang dan cina, tapi lupa bagaimana bangsanya merdeka.</p>
<p>Saya tak tahu, mungkin generasi muda yang lain juga demikian, lebih suka membaca sejarah bangsa lain karena memang lebih menarik dan merangsang untuk dibaca. Termasuk adik sepupu yang satu ini, ia justru menganggap pelajaran sejarah bangsa cukup dipelajari di sekolah saja.</p>
<p>“Gitu kak ceritanya, tapi buku kakak asyik juga lho, aku dah habis hampir separo”, sambungnya. “Baguslah”, kata saya, tersenyum kecil berbesar hati.</p>
<p>“Sekarang gantian ya, kakak yang baca komik-komik aku”, katanya tiba-tiba, ia menyodorkan sepuluh komik yang masih terlihat baru.</p>
<p>“Tapi de, kaka dah nggak baca komik lagi ???”, saya menyahut. “Baca aja lagi, kali aja kakak suka ? kan kalo kakak suka ? kakak jadi beli yang baru, kalo kakak beli yang baru, aku bisa minta ?”. Si dede kali ini yang ketawa cengengesan.</p>
<p>Saya cuma garuk-garuk kepala. Begitulah cerita silaturahmi buku dan komik Lebaran. Yang pasti, sekarang saya mau mudik sambil baca buku dan komik (lagi), doakan selamat yak .</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/syamqomar.wordpress.com/148/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/syamqomar.wordpress.com/148/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syamqomar.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syamqomar.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syamqomar.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syamqomar.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syamqomar.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syamqomar.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syamqomar.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syamqomar.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syamqomar.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syamqomar.wordpress.com/148/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syamqomar.wordpress.com&blog=1472648&post=148&subd=syamqomar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syamqomar.wordpress.com/2007/10/15/kisah-silaturahmi-buku-dan-komik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">syamqomar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SELAMAT LEBARAN ??!!</title>
		<link>http://syamqomar.wordpress.com/2007/10/10/147/</link>
		<comments>http://syamqomar.wordpress.com/2007/10/10/147/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Oct 2007 02:30:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>syamqomar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syamqomar.wordpress.com/2007/10/10/147/</guid>
		<description><![CDATA[ Oleh : Syamsu Wal Qomar

&#160;
Mari Basuh Hati Bersama-sama&#8230;
Dengan Silaturahmi dan Ke Ikhlasan Diri
Hilangkan Lara dan MengGantinya dengan Tegur Sapa
Se iring Hari Yang Suci dan Kerendahan Hati mengucapkan :
Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1428 Hijriah
Mohon Maaf Lahir dan Bathin
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syamqomar.wordpress.com&blog=1472648&post=147&subd=syamqomar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center"><strong> Oleh : Syamsu Wal Qomar</strong></p>
<p><img src="http://syamqomar.files.wordpress.com/2007/10/hariraya.jpg?w=368&#038;h=222" align="top" border="3" height="222" hspace="4" vspace="4" width="368" /></p>
<p align="center">&nbsp;</p>
<h3><em><font color="#ff6600">Mari Basuh Hati Bersama-sama&#8230;</font></em></h3>
<h3><em><font color="#ff6600">Dengan Silaturahmi dan Ke Ikhlasan Diri</font></em></h3>
<h3><em><font color="#ff6600">Hilangkan Lara dan MengGantinya dengan Tegur Sapa</font></em></h3>
<h3><em><font color="#ff6600">Se iring Hari Yang Suci dan Kerendahan Hati mengucapkan :</font></em></h3>
<h3><em><font color="#ff6600">Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1428 Hijriah</font></em></h3>
<h3><em><font color="#ff6600">Mohon Maaf Lahir dan Bathin</font></em></h3>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/syamqomar.wordpress.com/147/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/syamqomar.wordpress.com/147/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syamqomar.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syamqomar.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syamqomar.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syamqomar.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syamqomar.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syamqomar.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syamqomar.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syamqomar.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syamqomar.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syamqomar.wordpress.com/147/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syamqomar.wordpress.com&blog=1472648&post=147&subd=syamqomar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syamqomar.wordpress.com/2007/10/10/147/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">syamqomar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://syamqomar.files.wordpress.com/2007/10/hariraya.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>PULANG</title>
		<link>http://syamqomar.wordpress.com/2007/10/10/pulang/</link>
		<comments>http://syamqomar.wordpress.com/2007/10/10/pulang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Oct 2007 02:07:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>syamqomar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syamqomar.wordpress.com/2007/10/10/pulang/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Syamsuwal Qomar
&#160;
Aku pergi mencari jauh
kini menghilang didalam sesat
Linglung tak tahu menahu
Kemana kaki terus melangkah
Aku Khilaf lupa tuhan
Lupa rasul juga malaikat
Menggigil ditelan ribut dunia
Meronta dikepung iblis dan nafsu
Mereka maharaja baru
Menghiasi dengan durjana
Menabur sombong dan dengki
Menari pongah di dalam hati
Enyah dan pergi
Tak mau lagi ku disini
Tiba saatnya..
Pulang&#8230;Teriakanku&#8230;
Membasuh Qalbu&#8230;
Membasuh hati&#8230;
       [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syamqomar.wordpress.com&blog=1472648&post=146&subd=syamqomar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center"><strong>Oleh : Syamsuwal Qomar</strong></p>
<p align="center">&nbsp;</p>
<p><em>Aku pergi mencari jauh<br />
kini menghilang didalam sesat<br />
Linglung tak tahu menahu<br />
Kemana kaki terus melangkah</em></p>
<p><em>Aku Khilaf lupa tuhan<br />
Lupa rasul juga malaikat<br />
Menggigil ditelan ribut dunia<br />
Meronta dikepung iblis dan nafsu</em></p>
<p><em>Mereka maharaja baru<br />
Menghiasi dengan durjana<br />
Menabur sombong dan dengki<br />
Menari pongah di dalam hati</em></p>
<p><em>Enyah dan pergi<br />
Tak mau lagi ku disini</em></p>
<p><em>Tiba saatnya..<br />
Pulang&#8230;Teriakanku&#8230;<br />
Membasuh Qalbu&#8230;<br />
Membasuh hati&#8230;</em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/syamqomar.wordpress.com/146/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/syamqomar.wordpress.com/146/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syamqomar.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syamqomar.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syamqomar.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syamqomar.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syamqomar.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syamqomar.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syamqomar.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syamqomar.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syamqomar.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syamqomar.wordpress.com/146/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syamqomar.wordpress.com&blog=1472648&post=146&subd=syamqomar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syamqomar.wordpress.com/2007/10/10/pulang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">syamqomar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Benarkah Kita Luar Biasa ?</title>
		<link>http://syamqomar.wordpress.com/2007/10/02/benarkah-kita-luar-biasa/</link>
		<comments>http://syamqomar.wordpress.com/2007/10/02/benarkah-kita-luar-biasa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Oct 2007 05:16:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>syamqomar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syamqomar.wordpress.com/2007/10/02/benarkah-kita-luar-biasa/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Syamsuwal Qomar

Beberapa waktu yang lalu saya dikirimi banyak buku oleh seorang  teman di Tangerang. Salah satunya berjudul Anda Luar Biasa yang  ditulis oleh Eni Kusuma, seorang WNI  yang menjadi TKW di Hongkong.
Buku Anda Luar Biasa merupakan jenis tulisan yang memotivasi diri, juga tercatat sebagai buku motivasi pertama yang ditulis oleh seorang pembantu rumah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syamqomar.wordpress.com&blog=1472648&post=139&subd=syamqomar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center">Oleh : Syamsuwal Qomar</p>
<p><img border="3" vspace="5" align="left" width="103" src="http://syamqomar.files.wordpress.com/2007/10/847.jpg?w=103&#038;h=155" hspace="5" height="155" /></p>
<p>Beberapa waktu yang lalu saya dikirimi banyak buku oleh seorang  teman di Tangerang. Salah satunya berjudul Anda Luar Biasa yang  ditulis oleh Eni Kusuma, seorang WNI  yang menjadi TKW di Hongkong.</p>
<p>Buku Anda Luar Biasa merupakan jenis tulisan yang memotivasi diri, juga tercatat sebagai buku motivasi pertama yang ditulis oleh seorang pembantu rumah tangga.</p>
<p><span id="more-139"></span></p>
<p>Sang pengarang, Eni Kusuma ditenggarai lahir dari keluarga miskin yang juga gagap bicara, seusai tamat SMU memutuskan untuk merantau demi membantu perekonomian keluarga, namun karena semangat dan kegigihannya untuk terus belajar, ia malah berhasil menelurkan karya tulis untuk memotivasi orang lain.</p>
<p>Keberadaan Eni bisa dibilang paradok, pada kenyataannya, ia tidak peduli apapun profesi seseorang. Wanita ini punya keyakinan, setiap manusia siapapun dia, pasti mempunyai talenta untuk ditemukan dan diasah sehingga menjadi keterampilan yang menjadi ciri khas dari manusia itu sendiri.</p>
<p>Eni terus memberi pesan untuk memelihara pikiran positif dan membuang jauh pikiran negatif, bagaimana mengambil momen yang tepat untuk belajar dan memaknai segala hal dalam sendi kehidupan, tulisannya jauh dari kesan sombong dan harus diakui, Eni adalah seorang manusia pembelajar yang hebat. <br />
 <br />
<strong>Belajar dari Hidup</strong></p>
<p>Sering terdapat anggapan yang keliru di masyarakat, anggapan tentang pendidikan dan juga perkembangan diri, contohnya, perkembangan tubuh manusia yang terhenti diawal umur 20 tahunan, dianggap juga sebagai batas dari intelegensi manusia untuk berubah.</p>
<p>Padahal sebenarnya sel-sel di dalam otak manusia terus berkembang, umur bukanlah patokan seseorang untuk berhenti belajar, karena keinginan untuk berubah justru terdapat pada pola pikir dan pilihan untuk mengaktifkan gen-gen yang tadinya dorman.</p>
<p>Eni Kusuma sekarang berumur 29 tahun, setelah pada awal maret kembali ke tanah air, sekarang ia berjuang  membagikan semangatnya pada generasi muda. Eni hanyalah contoh kecil dari penulis yang berhasil memaknai hidup, saya yakin, akan banyak penulis yang mengikuti jejaknya, asalkan mereka mengerti dan menyadari potensi yang tersimpan di dalam diri.</p>
<p><strong>Konsep AMBAK<br />
</strong> <br />
Metode Quantum Learning, yang mengupas pemerolehan pendidikan dari hidup adalah AMBAK, Apa Manfaatnya Bagi Ku. AMBAK ialah motivasi yang didapat dari pemilihan secara mental antara manfaat dan akibat-akibat suatu keputusan.</p>
<p>AMBAK terkadang terlihat jelas, namun sering juga terlihat kabur, sehingga kita diharuskan mencari atau menciptakannya. AMBAK memacu untuk bertanya pada diri sendiri, bagaimana aku memanfaatkan hidup sehari-hari ? Secara ringkasnya, AMBAK berfungsi untuk menciptakan minat sebanyak-banyaknya untuk belajar aktif.</p>
<p>AMBAK bertujuan menciptakan pelajar aktif, seseorang yang belajar apa saja dari setiap situasi, menggunakan apa saja dan mengupayakan agar segalanya terlaksana, serta mengambil materi dari alam semesta. AMBAK bukan hanya mendorong seseorang untuk menguasai IQ, tapi juga penguasaan ilmu yang lebih tinggi, yaitu EQ dan SQ.</p>
<p>Dalam buku Anda Luar Biasa, ada 3 bab yang mengupas tentang kondisi psikis, cara melatih kontrol psikis dan mengendalikannya agar seimbang supaya mampu meraih keberhasilan. Bukti kalau IQ bukanlah satu-satunya faktor untuk meraih kesuksesan.</p>
<p>IQ dianggap hanya menyumbang 20 % dari kesuksesan hidup, ada pendapat, bila IQ bersinggungan dengan input bagaimana seseorang memperoleh masukan pengetahuan dan mengolahnya dalam otak, EQ berkenaan dengan output bagaimana ia harus berhadapan dengan emosinya untuk mengeluarkan apa yang tadinya telah di olah otak.</p>
<p>Gugup, takut, tidak percaya diri, malu dan berbagai penghalang psikologis lainnya untuk berkembang, tak dipungkiri hanya bisa diatasi oleh kecerdasan emosional, kemampuan yang hanya bisa didapat bila seseorang mampu memanage pikiran positif dan membuang pikiran negatif.</p>
<p>Susahnya, bila ini tidak dikuasai dengan baik, seseorang yang IQ nya tinggi tidak akan mampu membagi ilmunya karena selalu dihantui pikiran buruk, ilmu pengetahuan yang ia kuasai hanya akan berlaku untuk dirinya sendiri, tanpa bisa berbagi dengan orang lain.</p>
<p>Padahal, menurut Maslow, manusia memiliki kebutuhan akan kasih sayang, penghargaan dan aktualisasi diri, yang hanya akan bisa didapatkan melalui berbagi pengalaman. Manusia adalah makhluk sosial dan cenderung membutuhkan satu sama lain, memiliki harapan untuk membina hubungan baik dan kebutuhan untuk berhasil dan sukses (Mcleland)</p>
<p><strong>Benarkah Kita Luar Biasa ?</strong></p>
<p>Setiap individu punya potensi untuk berkembang, namun terkadang karena terkurung oleh anggapan sendiri, menjadi kurang menyadari apa yang sebenarnya mampu dilakukan.</p>
<p>Anggapan negatif lah yang menjadi halangan utama, hal yang wajar karena semenjak anak-anak, rata-rata kita tercatat menerima 460 komentar negatif dan hanya 75 komentar positif atau dukungan setiap hari. </p>
<p>Tak heran bila kebanyakan kita justru tidak percaya akan kemampuan diri sendiri. Banyak juga orang yang menonojolkan kemampuannya, seperti menulis, “saya bisa menulis dengan cepat hanya setengah jam”, “saya bisa melukis cukup lima belas menit”, “saya bisa dengan cepat bergaul dengan orang lain”.</p>
<p>Ungkapan-ungkapan seperti ini malah tambah membuat minder, atau justru menganggap orang-orang tersebut suka pamer dan sombong, padahal, bisa jadi mereka berucap seperti itu untuk memotivasi diri supaya lebih rajin. Jika mereka mampu melakukannya, kita juga pasti mampu melakukannya.</p>
<p>Semua itu kembali pada kemampuan untuk memanage pikiran positif dan negatif, ada istilah, we are what we are think.<br />
Jadi benarkah kita luar biasa ? tanpa pikiran buruk yang menghantui, kita memang luar biasa.<br />
 <br />
 </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/syamqomar.wordpress.com/139/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/syamqomar.wordpress.com/139/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/syamqomar.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/syamqomar.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/syamqomar.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/syamqomar.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/syamqomar.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/syamqomar.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/syamqomar.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/syamqomar.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/syamqomar.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/syamqomar.wordpress.com/139/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=syamqomar.wordpress.com&blog=1472648&post=139&subd=syamqomar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syamqomar.wordpress.com/2007/10/02/benarkah-kita-luar-biasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">syamqomar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://syamqomar.files.wordpress.com/2007/10/847.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>