
Oleh ; Syamsuwal Qomar
Hari ini saya menghabiskan liburan dengan berjalan-jalan di atas siring Sudirman, sembari menikmati nuansa hari kemerdekaan sambil duduk-duduk dan menikmati angin yang bertiup sepoi-sepoi. Iseng jepret sana sini, ternyata lumayan juga. Banjarmasin toh tidak sejelek yang di isukan.
Maklum, bukannya paranoid, tapi kota saya memang sering dicap kumuh, terutama “prestasinya” yang termasuk sebagai kota yang kotor. Terkadang saya juga merasa malu bila ada yang berkomentar. Tapi kalau boleh sedikit berbesar hati, Banjarmasin masih punya banyak keunggulan, terutama tempat-tempat wisatanya.
Siring Sudirman yang saya kunjungi adalah salah satunya, keberadaan siring ini merupakan prestasi bersama kota Banjarmasin dan provinsi Kalsel, tentu saja, juga merupakan kemajuan 57 tahun Kalsel dalam membangun banua. Usianya bangunan ini juga masih sangat muda, belum sampai dua tahun sejak didirikan pada 21 Desember 2006.

Panjangnya 320 meter dengan dilengkapi keberadaan taman kecil dan lampu yang berjejer indah. Singgah ditempat ini salah-salah bisa menghabiskan waktu berjam-jam, terbius menyaksikan perahu air yang berlalu lalang dan ombak sungai yang begitu menentramkan.
Saya pernah punya pengalaman sewaktu singgah di lain waktu, seorang turis asing yang meminta agar dirinya dijepret bersama teman-temannya. Setelah sempat berkenalan sebentar dan berbincang banyak hal, iseng-iseng saya bertanya, “So ? What do you think about Banjarmasin ?”.
Si turis yang ternyata berasal dari Belanda menjawab, “It’s quite nice, except the weather and traffic in here, just like in my country. Unfortunately, a little bit dirty”. Saya cuma tersenyum mendengar jawabannya. Si turis jelas basa basi, tentu saja Rotterdam yang ia tinggali jauh lebih bagus, tapi pendapatnya boleh juga. Yang pasti ia jujur dan tidak tutup mata kalau bilang Banjarmasin kotor, he..he..he
Anda boleh punya penilaian beda, tapi yang penting bertandanglah dulu. Bagi kawan-kawan yang tidak tinggal di Banjarmasin, siapa tahu ada waktu datang ke kota seribu sungai, jangan sampai lupa untuk mampir. Jangan lupa juga bawa tustel atau kamera, kalau tidak, pasti bakalan rugi.
Wah saya belum pernah ke Kalimantan 9khususnya Banjarmasin). Sepertinya sangat indah. Saya hanya bisa membayangkan keindahan kota “seribu” sungai tersebut.
Saya jadi teringat buku pelajaran bahasa Indonesia (klo saya tk salah) yang menceritakan kehidupan masyarakat di sungai Barito (pasar terapung, dll).
Kapan ya saya bisa ke Banjarmasin?
Hehe…Banjarmasin is dirty. it’s fact…
the traffic is so worse.Yeap, It’s extremely true…
The weather is “unfriendly”. Unfortunately, it’s true….
But, Banjarmasin is the town with many beautiful and unique places to visit. absolutely right…
And Banjarmasin is the palace whose culture is so rich. Of course it is….
It is also the place if you once visit, will make you miss to came and spend some time in here again.Hopefully ti is true..hehe…
But one thing for sure…Banjarmasin is the place where I was born and the place where I comfort to live in…Wow, I don’t believe that I’ll say it…
Saya belum pernah ke Banjar Masin. Tapi dari cerita Bung kota ini memang menarik dan layak dikunjungi. Mudah2an aja kalau ada duwit bisa bertandang ke sana, he3x.
Kapan ya bisa Banjar ? Wah, moga suatu hari saya benar-benar muncul disana ya.
lagi googling ttg banjarmasin,….. “sasat” di blog ini….two thumbs up konten disini mudah2an bisa lebih edukatif dan bisa men trigger pemda dan kita utk berbuat lbh baik utk kota dimana aku lahir dimana akupun belum sempat ikut involve membangunnya…….all response very informatif
tks
pertama ketika saya keluar dari banjarmasin, saya pikir, alhamdulillah, saya bisa bebas dari segala ketidaknyamanan yang ada di kota banjarmasin. tapi setelah saya menginjakkan kaki saya di jakarta, my God!!!! it’s worst than Banjarmasin!!!
pokoknya sekarang saya jadi kangen Banjarmasin, apalagi bulan Ramadhan, terasa banget suasananya, ada pasar wadai, pokoknya banyak orang jualan wadai khas Banjarmasin.
i love Banjarmasin!!
itu dulu?? sekarang mulai rusak dan tanamannya banyak yang mati.
wah…mas Isnaini dah sering liat ya ??
jadi kangeen ma banjarmasin…
waktu masih stay disana, kalo lagi suntuk tiap sore sehabis pulang siaran nisa suka nongkrong di pantai jodoh,he…bareng MC G, MC L, MC O,. dll…
truuuus…
jadi inget.he…suka godain yg lagi mancing,hikikikk..
tiap hari pasti lewat jembatan pasar lama, yg lampu merahnya biasa nisa terobos krn luammmaa bgt kalo kena giliran berenti,he…
Hemmm…kayaknya saya kenal nih? h3w
klo amo ke banjar jgn lupa mampir ke pasar terapung ama ke mesjid jami, mesjid tertua di kalimantan selatan
salam kenal aja, kunjungi blog saya di taufik79.wordpress.com
Banjarmasin luar biasa, hatiku telah direnggut oleh seorang gadis banjar. Meskipun kini aku masih berada di jawa. Tapi aku ingin segera kembali ke Banjarmasin untuk menghampiri hatiku di sana. Dan menikmati cinta kasih kita berdua hingga akhir hayat di Banjarmasin. Mohon doanya untuk cinta kami. Thanks.
asskumm….ulun disini sangat suka banar dapat melihat keadan banjar sekarang kawa jua mengobat rindu lawan kampung halaman ulum
I miss Banjarmasin, my lovely hometown …
Although I’m not in Banjarmasin anymore, it is my favorite place for spending my time …
Banjarmasin Saranghamnida …
my lovely town….. banjarmasin…. ku rindu akan kota kelahiranku…. rindu akan makanan khas banjar…. tiada duanya….!!!
hp:081343902238.. sekarang aku di makassar… mengadu nasib…!!!
saya ingin sekali pergi ke banjarmasin,,
kota seribu sungai,,kalau ditempat tinggal saya kota seribu parit…
i like banjarmasin